#PTM#SEKOLAHTATAPMUKA

Izin PTM di Pesawaran Buat Wali Murid Bahagia Sekaligus Was-Was

( kata)
Izin PTM di Pesawaran Buat Wali Murid Bahagia Sekaligus Was-Was
Ilustrasi pembelajaran tatap muka (PTM). Antara


Gedongtataan(Lampost.co) -- Pemberian izin dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pesawaran, terhadap Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang dilangsungkan sejak Senin, 13 September 2021, membuat para wali murid bahagia sekaligus was-was terhadap anak-anaknya.

Apri, wali murid, mengatakan, di satu sisi ia bahagia melihat anaknya kembali mengenakan seragam sekolah. Namun, di sisi lain, warga Desa Gedongtataan, Kecamatan Gedongtataan, mengkhawatirkan kesehatan anaknya mengingat saat ini penyebaran covid-19 masih berlanjut.

"Melihat anak saya memakai seragam bahagia rasanya. Karena sudah dua tahun terakhir ini pembelajaran dilakukan secara daring. Maka, ketika, Senin, 13 September 2021, dia pakai seragam SMK nya untuk pertama kali saya terharu melihatnya," ujarnya, Rabu, 15 September 2021.

Baca juga: Siswa Patuhi Prokes di Hari Pertama PTM

Oleh sebab itu, sebelum anaknya berangkat ke sekolah, ia selalu mewanti-wanti agar tidak melepas masker, baik di perjalanan menuju sekolah, saat di sekolah, maupun sampai kembali ke rumah.

"Saya selalu mengingatkan anak saya agar taat terhadap prokes. Kemudian dari pihak sekolah juga tidak memperbolehkan anak murid jajan di kantin. Makanya, kami sebagai orang tua selalu membawakan anak kami bontot. Hal itu juga membuat kekhawatiran kami sedikit menurun karena pihak sekolah juga memberlakukan prokes yang ketat," katanya.

Baca juga: Pergerakan Siswa di Bandar Lampung Dijaga Ketat selama PTM

Sementara itu, Ketua Satgas Covid-19 Kabupaten Pesawaran, Dendi Ramadhona, mengatakan, saat ini pihaknya terus melakukan vaksinasi terhadap remaja 12 tahun ke atas mengingat stok vaksin yang diterima terbatas.

"Kegiatan vaksinasi pelajar terus berlanjut. Memang tidak serentak karena jumlah anak murid kami yang sudah berusia 12 tahun ke atas cukup banyak. Jadinya kami lakukan vaksinasi bertahap. Vaksin ini kan dikirim dari pusat jadi kalau kami menerima vaksin. Pasti kami sisihkan vaksin ini untuk murid sehingga sedikit demi sedikit kan vaksinasi dapat mencakup semua anak murid,” ujar Dendi.

Selain itu, pemberian izin PTM juga berdasarkan surat pernyataan persetujuan dari para wali murid, serta persentase para guru di sekolah tersebut yang sudah divaksin. 

"Selain itu, kami juga melihat zonasi di lingkungan sekolah tersebut. Kalau zona hijau dan kuning kami persilakan PTM. Kami juga tekankan kepada pihak sekolah agar menjalankan prokes secara ketat di sekolah. Hal itu guna mencegah terjadinya penyebaran virus corona di lingkungan sekolah," katanya.

Wandi Barboy







Berita Terkait



Komentar