#bpjskesehatan#jaminankesehatan#beritapesawaran

Iuran Naik, Jumlah Penerima Manfaat BPJS Kesehatan di Pesawaran Tak akan Dikurangi

( kata)
Iuran Naik, Jumlah Penerima Manfaat BPJS Kesehatan di Pesawaran Tak akan Dikurangi
Kepala Dinas Kesehatan Harun Tri Joko (kiri) didamping sekertarisnya Widodo. Foto: Putra Pancasila Sakti

PESAWARAN (Lampost.co) -- Pemerintah Kabupaten Pesawaran tidak akan mengurangi jumlah penerima manfaat BPJS yang ditanggung oleh Pemkab setempat, meski ada wacana pemerintah pusat menaikan iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan,

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pesawaran, Harun Tri Joko mengatakan saat ini Pemkab Pesawaran, menanggung kurang lebih 35 ribu masyarakat yang tercatat sebagai peserta BPJS Kesehatan. "Kalau untuk saat ini, 35 ribu warga yang menjadi tanggungan Pemkab Pesawaran untuk iuran BPJS. Jumlah tersebut tidak akan berkurang meskipun ada wacana kenaikan iuran BPJS Kesehatan dari pusat," kata Harun, Kamis, 5 September 2019.

"Kasihanlah masyarakat yang sudah tercatat kalau ada pengurangan penerima manfaat BPJS, tapi konsekuensinya membengkaknya anggaran yang harus ditanggung oleh pemerintah Pesawaran untuk membayar iuran BPJS," timpalnya.

Dirinya mengatakan permasalahan dari kenaikan iuran BPJS kesehatan ini adalah bertambahnya beban keuangan pemerintah yang harus membayarkan iuran milik masyarakat yang ditanggung oleh pemerintah. "Kalau yang ditanggung pemerintah pusatkan Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) itu menggunakan APBN, sedangkan untuk Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) itu yang ditanggung oleh pemerintah daerah menggunakan APBD, jadi kalau ada kenaikan seperti itu, pasti akan memberatkan keuangan pemerintah Kabupaten Pesawaran," paparnya.

Ia pun mengungkapkan, kedepannya apabila wacana tersebut disahkan sudah pasti pihaknya akan mengajukan penambahan anggaran guna menutupi iuran BPJS Kesehatan."Pastilah pemerintah pusat berfikir, apa dampak yang ditimbulkan dari kenaikan iuran BPJS ini, mengingat anggaran yang dimiliki pemerintah daerah kan terbatas," tutupnya.

Putra Pancasila Sakti

Berita Terkait

Komentar