#iuran#jaminansosial#beritalampung

Iuran Jaminan Sosial Hanya Rp16.800

( kata)
Iuran Jaminan Sosial Hanya Rp16.800
Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Bandar Lampung, Widodo. Lampost.co/Deta Citrawan

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Seluruh sektor usaha baik UMKM maupun freelance dapat mendaftarkan pekerjanya mendapatkan jaminan sosial hanya dengan membayar iuran Rp16.800.

Pimpinan Cabang BPJS Ketenagakerjaan Bandar Lampung Widodo mengatakan program tersebut mulai berjalan pada tahun 2020 mendatang.  Maka, melalui mekanisme jaminan sosial diharapkan pekerja yang belum tersentuh dapat memiliki jaminan sosial.

"Dengan hanya membayar iuran Rp16.800 sebulan, mereka sudah mendapatkan jaminan sosial. Kenapa iuran, supaya ada tanggungjawab, kalau nggak iuran namanya bantuan sosial. Dan syaratnya hanya cukup memiliki KTP saja," ujarnya, Kamis, 5 Desember 2019.

Menurut Widodo tidak hanya UMKM melainkan semua sektor usaha juga bisa memiliki risiko besar. Jika sudah tercover, pekerja yang meninggal dunia akan mendapat santunan sebesar Rp24 juta. 

"Di Lampung ini mungkin lebih dari 30 juta pekerja, namun yang tercover tidak lebih dari 20 persen. Makanya di tahun 2020 akan kita gebrak dengan melibatkan seluruh stakeholder," ungkapnya.

Agar program ini dapat berjalan dengan baik,  maka pihaknya juga mengharapkan adanya keterlibatan Pemerintah setempat untuk menginformasikan kepada masyarakat tentang program jaminan sosial dalam rangka mensejahterakan rakyat.

"Di Lampung ini masih banyak pekerjaan informal. Contohnya seperti wartawan, tukang parkir, petani, pedagang, selama ini kan belum terlindungi jaminan sosial.  Belum tersentuh, kalau terjadi resiko kecelakaan kerja atau meninggal. Negara tidak memberikan santunan apapun," ungkapnya.

Meski demikian Widodo mengakui bahwa dalam mensukseskan program tersebut BP Jamsostek masih terbilang kurang dalam sosialisasi. Sebab hal itu terkendala dengan cakupan yang begitu luas. Di sisi lain masyarakat belum begitu mengerti tentang fungsi BP Jamsostek itu sendiri.

"Tahunya kan BPJS Kesehatan. Makanya dengan momen ini kami rubah, menjadi BP Jamsostek. Dan kita kan bukan perusahan, kita dibawah garis pemerintahan jadi tidak mencari keuntungan," pungkasnya. 

Setiaji Bintang Pamungkas



Berita Terkait



Komentar