#pungli#napiasimilasi

Itjen Kemenkumham Belum Temukan Adanya Dugaan Pungli Napi Asimilasi

( kata)
Itjen Kemenkumham Belum Temukan Adanya Dugaan Pungli Napi Asimilasi
Ilustrasi. Medcom.id

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Meski sudah tidak berada di Lampung, tim investigasi yang diturunkan Kemenkumham untuk menginvestigasi dugaan pungli napi asimilasi covid-19, tetap bekerja dari jarak jauh. Tim yang beranggotakan 6 orang tersebut dipimpin Inspektur Wilayah (Irwil) II Inspektorat Jenderal (Itjen) Kemenkumham Tholib.

Selain melakukan sidak, menggali informasi di Lampung ke para napi, tim juga menggali informasi dengan cara menanyakan langsung dengan beberapa keluarga penerima napi asimilasi. "Sambil melakukan chat dengan semua keluarga napi yang mendapat asimilasi dan semua mengatakan tidak dimintai uang," katanya, Minggu, 26 April 2020.

Sebelumnya, tim dari Kemenkumham mengaku mengalami kendala karena media tidak memberikan informasi ke Tim Inspektorat. "Justru saya tunggu informasi dari Abang (media), kalau ada yang mau bersaksi telah terjadi pungli pada saat dikeluarkan dalam program asimilasi di lapas dan Rutan," ujar Irwil II Itjen Kemenkumham Tholib, Selasa, 21 April 2020.

Tholib menambahkan dalam melakukan pemeriksaan, pihaknya sudah sesuai SOP dan profesional. "Tapi kalau memang bukti tidak ada, tentu kami tidak akan paksakan untuk menjatuhkan sanksi karena sanksi itu diberikan berdasarkan bukti dan fakta," ujarnya.

LBH Bandar Lampung mengatakan kendala yang dialami tim karena media tak bisa memberikan informasi narsum karena kode etik dan juga keselamatan, bukan jadi alasan bagi tim untuk tidak bergerak maksimal. Kewenangan memeriksa secara langsung, mengakses semua data, dan SDM serta SDA dari tim, seharusnya bisa dioptimalkan guna membongkar dugaan praktek pungli ini.

"Toh isu-isu pungli bukan barang baru di LP/rutan, masyarakat atau napi yang diduga terkena pungli, saya rasa juga aware atau takut, nantinya bisa dibatalkan asimilasi, dipenjara lagi, atau ketakutan yang lain. Saya rasa tim pusat dan kanwil bisa lebih semangat lagi dan lebih dalam investigasinya walau ada kendala yang disebutkan. Contoh ,misalnya saya baca pemberitaan beberapa media, ada peran diduga tamping bisa ditelusuri, terus ada upaya-upaya transfer berdasarkan pemberitaan. Saya rasa tim bisa melihat seperti apa dugaan praktek tersebut," ujar Kadiv Sipol LBH Bandar Lampung Cik Ali.

Muharram Candra Lugina



Berita Terkait



Komentar