#itera#sumatera#lampung

Itera Siapkan 3.500 Kursi Mahasiswa Baru 2019 

( kata)
Itera Siapkan 3.500 Kursi Mahasiswa Baru 2019 
Foto Google Image

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Institut Teknologi Sumatera (Itera) akan menerima 3.500 mahasiswa baru untuk tahun akademik 2019/2020. Penerimaan mahasiswa baru tersebut melalui tiga jalur yaitu seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN), seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBMPTN), dan seleksi mandiri masuk perguruan tinggi negeri Indonesia wilayah barat (SMMPTN-barat).

Rektor Institut Teknologi Sumatera (Itera) Ofyar Z Tamin mengatakan penerimaan 3.500 mahasiswa tahun ini akan disebar di 28 program studi. Namun, pada 2019 ini kemungkinan akan mengalami penambahan peningkatan karena di kampusnya membuka program studi baru.

"Ada tiga jalur masuk yaitu SNMPTN dengan kuota 45%, SMBPTN dengan kuota 45% dan SMMPTN-barat dengan kuota 10%," kata Ofyar, Kamis (31/1/2019). 

Pada 2019 ini, Itera sedang mengajukan tujuh program studi baru yaitu Desain Produk, Teknik Telekomunikasi, Rekayasa Kehutanan, Teknik Biomedik, Sains Aktuaria, Sains Komputasi, dan Sains Lingkungan Kelautan. Untuk total program studi di Itera pada 2019 ada 35 program studi.

Penerimaan mahasiswa baru (PMB) tersebut sama seperti penerimaan di perguruan tinggi negeri lainnya melalui Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi Negeri (LTMPTN) menggunakan sistem online di website http://www.snmptn.ac.id.

"Kami memiliki 35 program studi termasuk program studi baru yang sedang dalam proses pengajuan," katanya.

Itera merupakan perguruan tinggi negeri (PTN) baru di Provinsi Lampung yang dibentuk berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 124 Tahun 2014 tentang Pendirian Institut Teknologi Sumatera Tanggal 6 Oktober 2014, dan Institut Teknologi Bandung (ITB) ditunjuk sebagai pembinanya. Ke depannya, Itera diharapkan mampu menjadi perguruan tinggi dengan reputasi dan kualitas setara dengan ITB.

"Setelah empat tahun berdiri, Itera telah memiliki 5.327 mahasiswa yang tersebar dalam berbagai program studi dan akan terus mengalami peningkatan seiring dengan penambahan program studi guna menjawab kebutuhan akan penggunaan teknologi dan inovasi dalam lingkup lokal, regional, hingga nasional," katanya.

Triyadi Isworo*

Berita Terkait

Komentar