gerhanamatahariitera

Itera Siapkan 11 Teleskop untuk Tonton Gerhana Matahari

( kata)
Itera Siapkan 11 Teleskop untuk Tonton Gerhana Matahari
Ilustrasi. Foto: Google Images

Bandar Lampung (Lampost.co): Institut Teknologi Sumatera (Itera) membuka pengamatan gerhana matahari cicin, Kamis, 26 Desember 2019. Itera menyiapkan 11 teleskop untuk publik.

Sekretaris UPT OAIL Robiatul Muztaba mengatakan, sepuluh teleskop akan diperuntukkan langsung bagi publik yang datang. Sedangkan satu teleskop untuk keperluan streaming melalui chanel YouTube Itera.

"Jadi masyarakat Lampung bisa menyaksikan fenomena gerhana cincin dengan jelas," kata Aji, sapaan akrabnya, Rabu, 25 Desember 2019.

Pengamatan akan dilakukan oleh Tim UPT Observatorium ITERA Lampung (OAIL) dan Komunitas Astronomi Lampung di pelataran Gedung A ITERA. Kegiatan dimulai sejak proses gerhana cincin terjadi pada pukul 10.00 WIB.

"Pengamatan ini juga kita buka untuk masyarakat umum secara gratis," ujar Adi.

Gerhana matahari cincin diperkirakan terjadi dalam durasi empat jam hingga pukul 14.00. Sedangkan puncak gerhana cincin terjadi pada pukul 11.00.

Dia mengatakan gerhana matahari cincin yang terjadi besok bukan gerhana total. Menurut Adi, di Lampung gerhana matahari cincin hanya bisa disaksikan 70 persen. Sehingga, cicin yang terbentuk tidak terlihat secara penuh.

"Jadi bayangan cicinnya tidak sepenuhnya kelihatan, hanya separuhnya saja," kata dia.

Fenomena gerhana matahari terakhir tampak di Indonesia pada tiga tahun yang lalu. Di Indonesia terjadi gerhana matahari total pada Desember 2016.

"Setelah itu belum muncul lagi fenomena serupa," tutur dosen astronomi Itera itu.

Ia mengatakan gerhana matahari terjadi setiap tahun. Dalam satu tahun terjadi dua kali gerhana matahari. 

"Namun, fenomena tersebut tidak selalu terjadi dan tampak di tempat yang sama," kata dia.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar