#beritalampung#beritalampungterkini#pengolahanikan#itera

Itera Latih Warga Sekitar TNWK Keterampilan Olah Produk Ikan

( kata)
Itera Latih Warga Sekitar TNWK Keterampilan Olah Produk Ikan
Rektor Itera, Prof. Nyoman Pugeg Aryantha bersama JPP dan Mitra Bentala meatih warga sekitar Taman Nasional Way Kambas (TNWK) keterampilan olah produk ikan, Rabu, 19 Oktober 2022. Dok


Sukadana (Lampost.co) -- Institut Teknologi Sumatra (Itera) bersama Konsorsium Jaringan Perempuan Padmarini (JPP) dan organisasi Mitra Bentala melatih warga Desa Rantau Jaya Udik II, Sukadana, Lampung Timur, yang merupakan desa penyangga Taman Nasional Way Kambas (TNWK) keterampilan mengolah produk pangan ikan. Hal tersebut didasari karena potensi perikanan di desa tersebut yang dinilai cukup besar.

Selain itu, saat ini juga telah terbentuk kelompok perempuan pengolah dan pemasar produk perikanan (poklahsar), yaitu Poklahsar Srikandi dan Poklahsar Berkah Jaya.

Baca juga: Gerakan Deteksi Dini Kanker Harus Jadi Kepedulian Bersama

Dosen Program Studi Teknik Industri Itera yang juga manajer program kegiatan tersebut Rinda Gusvita, menjelaskan kegiatan bertujuan memberikan pengetahuan terkait pemanfaatan potensi perikanan sebagai alternatif mata pencarian, keterampilan dasar pengolahan produk berbahan dasar ikan, dan gambaran peluang usaha produk berbahan dasar ikan.

Rinda menyebut Desa Rantau Jaya Udik II memiliki potensi perikanan yang cukup besar. Sebagian besar warga membuat kolam-kolam ikan yang memanfaatkan rawa-rawa dan lahan tidur sekitar TNWK. Namun ada juga beberapa orang yang membudidayakan ikan di kolam terpal dan beton.

Hasil perikanan darat yang dikembangkan di desa tersebut dijual kepada agen untuk memenuhi permintaan pasar. Jenis ikan yang dikembangkan di desa tersebut, di antaranya nila, gurami, lele, dan patin.

“Program ini harapannya mampu mendorong kebijakan di tingkat desa, pemerintah daerah, dan para pihak terkait upaya mewujudkan industri berbasis perikanan di desa. Selain itu, mendukung kegiatan ekowisata yang akan berkembang di desa tersebut,” ujarnya, Rabu, 19 Oktober 2022.

Sementara itu, Kepala Resort Susukan Baru TNWK Sutaman menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan ini. Dia berharap masyarakat yang telah memperoleh keterampilan dan motivasi sehingga tidak lagi menangkap ikan di kawasan hutan TNWK.

"Bagaimana caranya meningkatkan perekonomian keluarga sehingga dapat menopang perekonomian keluarga yang nantinya dapat menyekolahkan anak-anak. Pada akhirnya nanti akan memberikan kontribusi pada kemajuan di desa penyangga TNWK ini," katanya.

Muharram Candra Lugina








Berita Terkait



Komentar