#bandarlampung#lampung#Itera

Itera Gelar Sidang Senat Terbuka Dies Natalis Ke-5

( kata)
Itera Gelar Sidang Senat Terbuka Dies Natalis Ke-5
Institut Teknologi Sumatera (Itera) menggelar sidang senat terbuka, Senin 7 Oktober 2019. Umar Robani

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Institut Teknologi Sumatera (Itera) menggelar sidang senat terbuka, Senin 7 Oktober 2019. Agenda yang diadakan di gedung kuliah umum Itera itu dalam rangka Dies Natalis ke-5.

Rektor Itera Ofyar Z Tamin dalam sambutannya menyampaikan tidak mudah dalam membesarkan perguruan tinggi baru. Dalam perkembangannya pihaknya terus berusaha menerapkan tri dharma perguruan tinggi. Selain itu pihaknya terus melakukan pembangunan infrastruktur, sarana dan prasarana kuliah, hingga peningkatan SDM.

"Kami punya tugas dari Kemenristekdikti untuk membangun Itera, tugas kami dalam lima belas tahun kedepan harus setara dengan ITB," ujarnya.

Untuk menyelesaikan tugas tersebut Ofyar merumuskan visi. Kemudian diterapkan menjadi kebijakan yang menyangkut seluruh civitas akademika. Ia menyampaikan telah merumuskan tujuh kebijakan untuk menunjuang kemajuan Itera.

"Pertama, Kebijakan dalam melakukan pembaharuan kurikulum dan pelaksanaan Pendidikan," ujarnya.

Pembaharuan kurikulum dicirikan dengan hilirisasi, era Industri 4.0, dan ITERA for Sumatera. Kemudian menjadi pelopor dalam sains dan teknologi serta kepemimpinan untuk solusi permasalahan bangsa. Pelaksanaan proses belajar mengajar tingkat sarjana sekurang-kurangnya menghasilkan 80% lulus tepat waktu.

"Kemudian yang kedua, Kebijakan dalam pengembangan karir dosen," kata dia.

Ia menjelaskan kebijakan tersebut dilakukan dengan mendorong Pendidikan Doktoral sesuai kebutuhan kepakaran, One year One Research, dan mencapai jabatan akademik Guru Besar pada usia 45 tahun (GB-45).

Kemudian pihaknya juga memiliki kebijakan dalam tata kelola ITERA. Antara lain manajemen berbasis Standard Operation and Prosedure (SOP), sertifikasi ISO 9001:2015, dan  pernyataan mutu (quality statement): smart (cerdas), akuntabel, cepat, dan kepeloporan untuk melebihi harapan.

"Keempat, Kebijakan dalam percepatan pembangunan dan peningkatan daya saing Sumatera melalui Program ITERA for Sumatera," ujarnya saat sambutan.

Selanjutnya yang kelima, lanjutnya, Kebijakan dalam eksistensi dan promosi ITERA atas hasil-hasil riset dan inovasi berdaya guna tinggi berbasis kebutuhan Sumatera untuk Indonesia. Kebijaka itu diterapkan melalui teaching and research industry, penyelenggraan tahunan International Conference of Science, dan ICoSITeR sebagai ukuran internal daya riset dalam science and technology exposure khususnya bagi Dosen dan mahasiswa. 

"Serta kita juga turut berperan aktif dalam kolaborasi Quadruple Helix yakni Academia-Government-Business-Community," jelasnya.

"Selanjutnya yang ke enam, Kebijakan pengembangan Program Studi berdasarkan kebutuhan Sumber Daya Manusia berdaya saing global bagi kebutuhan Sumatera mengacu kepada pengembangan place-based higher education," lanjutnya.

Ketujuh, Kebijakan pengembangan Pusat Unggulan (Center of Excellence) melalui pusat-pusat riset (Research Center/RC) dan Pusat Pengembangan Inovasi dan Bisnis (Research Development of Innovation and Business Center/RDIBC) di dalam jejaring innovator untuk perkuatan daya dukung Tri Dharma  melalui konsorsium nasional dan internasional  dalam mencapai national and global competitiveness.

Dalam agenda tersebut diikuti oleh seluruh civitas akademika Itera. Selain itu turut hadir juga Gubernur Arinal Junaidi, Mantan Gubernur Sjachroedin ZP, Mantan Menristek Dikti, dan Kapolda Lampung.

Umar Robani

Berita Terkait

Komentar