#bantuan#bansos

Istri Kades dan Sekdes di Palas Terima Bansos Rp600 Ribu

( kata)
Istri Kades dan Sekdes di Palas Terima Bansos Rp600 Ribu
Ilustrasi Medcom.id


Kalianda (Lampost.co) -- Penyaluran bantuan sosial program sembako atau biasa disebut Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) berupa uang tunai di Desa Kalirejo, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, diduga tidak tepat sasaran.

Pasalnya, saat penyaluran di Kantor Pos ditengarai ada nama istri kepala Desa Kalirejo dan istri Sekretaris Desa Kalirejo. Padahal, program tersebut diperuntukkan warga miskin atau tidak mampu.

Menurut salah satu warga Desa Kalirejo yang enggan jati dirinya disebutkan. Ia mengaku dari 294 keluarga penerima manfaat (KPM) itu terdapat nama Lisdayanti, istri dari Kades Kalirejo dan Siti Alimah, istri dari Sekdes Kalirejo.

"Kalau dari nama dan alamat, ya mereka berdua istri Kades Kalirejo dan Sekdes Kalirejo. Coba croschek aja langsung kebenarannya," kata dia, Senin, 28 Februari 2022.

Pendamping Program Sembako Kecamatan Palas, Rohmawati mengatakan ia tidak mengetahui bila istrik kades dan sekdes Kalirejo merupakan penerima manfaat program sembako uang tunai. Sebab, dirinya tidak dilibatkan dalam penyaluran bansos yang disalurkan di Kantor Pos.

"Saya enggak tau. Kami ini tidak dilibatkan dalam penyaluran yang ada di Kantor Pos. Jadi, saya enggak tau kalau ada istri kades dan sekdes juga terima bansos dari Kemensos," kata dia.

Ketika ditanya boleh atau tidak istri kades dan istri sekdes terima bansos, kata Rohma, ia enggan menjawabnya. Dirinya mengaku kriteria penerima bansos program sembako yakni masyarakat dengan kategori miskin dan rentan miskin.

"Artinya, kriteria untuk penerima manfaat BPNT atau program sembako adalah warga miskin yang merupakan pemegang kartu kesejahteraan sosial (KKS). Ya, bisa disimpulkan saja istri Kades dan Sekdes iu boleh apa enggak?," Kata dia

Sementara itu, Kades Kalirejo Budiyono saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon tidak aktif. Bahkan, dikonfirmasi melalui sambungan WhatsApp juga tidak merespon.

Terpisah, Sekdes Kalirejo Amrudin membenarkan bila istrinya menerima bansos program sembako yang disalurkan di Kantor Pos. Bahkan, bansos senilai Rp600 ribu sudah diterimanya.

"Saya juga enggak tahu. Namanya keluar, ya pasti diambil dong. Memang semua masyarakat Desa Kalirejo kami usulkan semua, kecuali PNS ya. Data itu kami usulkan pada 2021 lalu," kata dia.

Winarko







Berita Terkait



Komentar