#pencabulan#kriminal

Istri Diduga Selingkuh, Suami Cabuli Bocah Tetangga

( kata)
Istri Diduga Selingkuh, Suami Cabuli Bocah Tetangga
Ilustrasi. Dok. Lampost.co

Sukadana (Lampost.co) -- Warga Kecamatan Margatiga, Lampung Timur, tega membawa kabur dan mencabuli bocah tetangganya yang masih berusia 12 tahun. SIS (42) beralasan melakukan hal bejat tersebut karena sakit hati istrinya diduga selingkih.

Akibat perbuatanya tersebut, SIS akhirnya diringkus personel Sat Reskrim Polres Lamtim beberapa waktu lalu. Kapolres Lamtim AKBP Wawan Setiawan melalui Kasat Reskrim AKP Faria Arista, menjelaskan kasus tersebut bermula ketika SIS datang ke rumah orang tua RM dan meminta izin membawa bocah itu mengambil paket baju di Pasar Merandung, Kecamatan Margatiga.

Namun, rupanya itu merupakan akal-akalan SIS untuk bisa membawa kabur sang bocah. Sebab, setelah ditunggu–tunggu ternyata RM tak juga diantarkan pulang ke rumahnya.

Rupanya SIS bukan mengajak RM mengambil paket baju di Pasar Merandung tetapi membawanya kabur ke daerah Belitang, Sumatera Selatan. Selama lima hari dibawa kabur itu, korban juga dicabuli SIS.

Untuk mememuluskan aksi pencabulannya tersebut, SIS menakut-nakuti RM dengan menunjukkan sebilah keris. Jika menolak dan tak menuruti kemauannya, penghuni keris tersebut akan marah. Karena takut dengan ancaman tersebut, korban akhirnya terpaksa menuruti kemauan SIS.

Sementara orang tua korban yang khawatir karena anaknya tidak kunjung pulang, akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Mapolres Lamtim. Polisi yang menerima laporan tersebut kemudian langsung meringkus tersangka SIS saat dia muncul mengantar RM pulang ke rumahnya.

Saat diperiksa di Mapolres Lamtim, SIS mengaku mencabuli RM karena sakit hati terhadap istrinya yang diduga telah berselingkuh. SIS juga mengaku selain RM, pernah mencabuli korban lain di luar wilayah Lamtim. Hanya saja ketika keterangan itu didalami petugas, SIS kerap memberikan keterangan yang berubah-ubah.

“Tersangka SIS saat ini masih kami amankan di Mapolres Lamtim untuk pengembangan penyididkan lebih lanjut. Di samping itu, pengembangan penyelidikan juga masih terus kami lakukan untuk menyelidiki kemungkinan adanya korban lain,” kata AKP Faria, Sabtu, 18 Januari 2020.

Muharram Candra Lugina



Berita Terkait



Komentar