#Korupsi#Tulangbawang
Febi Herumanika

Isak Tangis Iringi Vonis Enam Tahun Ketua Gapoktan Tulang Bawang

( kata)
Isak Tangis Iringi Vonis Enam Tahun Ketua Gapoktan Tulang Bawang
Sidang Vonis Kasus Korupsi Perluasan Cetak Sawah di Tulang Bawang dengan terdakwa Arsam Hidayat. Lampost.co/Febi Herumanika


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Tanjungkarang memvonis Arsam Hidayat (50) Warga Pasir Makmur, Desa Pasiran Jaya Kecamatan Dente Teladas Kabupaten Tulang Bawang dengan pidana penjara selama enam tahun penjara.

Hakim Ketua Siti Insirah menyebutkan berdasarkan keterangan saksi, saksi ahli, terdakwa, dan barang bukti yang diajukan di persidangan bahwa terdakwa terbukti secara sah meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana dijelaskan jaksa dalam dakwaannya.

Menurut Hakim, terdakwa melakukan tindak pidana korupsi dalam Pasal 2 Ayat (1) Jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHAP. 

"Mengadili menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Arsam Hidayat dengan pidana penjara selama enam tahun, serta denda Rp200 juta subsider dua bulan penjara dengan perintah terdakwa tetap berada dalam tahanan," kata Hakim Siti Insirah.

Selain pidana penjara, hakim juga mewajibkan terdakwa membayar uang pengganti Rp618 Juta. Apabila terdakwa tidak sanggup membayar maka harta bendanya disita dan dilelang untuk menutupi kerugian negara. Apabila harta benda tidak mencukupi maka diganti dengan pidana penjara selama dua tahun.

Usai hakim membacakan vonis, keluarga korban yang menyaksikan persidangan terisak menangis dan memeluk terdakwa sembari mengiringi terdakwa ke mobil tahanan.

Vonis majelis hakim sama dengan tuntutan jaksa. Jaksa menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama enam tahun, denda Rp200 juta subsider tiga bulan, serta membayar uang pengganti Rp618 juta subsider tiga tahun penjara.

Perbuatan terdakwa Arsam Hidayat, kata Hakim Siti, melakukan pencairan dengan tidak mempedomani Surat Perjanjian Kerjasama Nomor 027/170/II.01/IX/SPP/2011 tanggal 29 Juli 2011, yaitu berdasarkan formulir penarikan tunai dan transaksi penarikan dari tabungan Gapoktan Pasiran Jaya rekening nomor: 388.03.04.09926.4 .

Selama 2011 telah dilakukan penarikan sebanyak enam kali pencairan dengan total sebesar Rp1,7 miliar lebih. Dalam melakukan pencairan tersebut terdakwa mendapatkan persetujuan saksi Haidirsyah selaku PPK.

"Bersama-sama dengan saksi Agung menetapkan penerima bantuan perluasan areal cetak sawah yang sebagian penerimanya tidak memiliki lahan garapan di Desa Hasan Bulan II Kampung Pasiran Jaya Kecamatan Dente Teladas, Tulang Bawang," katanya.

Terdakwa dengan saksi Agung mengajukan lokasi perluasan areal cetak sawah di Desa Hasan Bulan II Kampung Pasiran Jaya Kecamatan Dente Teladas yang lokasinya berada di Areal Penggunaan Lain (APL).

"Dalam pelaksanaan kegiatan persiapan yaitu kegiatan pembuatan patok kayu bambu, pembelian cat kayu dan pemasangan patok terdapat pertanggung jawaban atas penggunaan dana yang tidak dapat dipertanggung jawabkan (tidak terealiasi sebagian dan/atau fiktif)," kata hakim.

Kegiatan kontruksi perluasan sawah nilai anggaran sebesar Rp1,3 Miliar, terdiri dari 2 sub kegiatan Land Clearing dengan nilai sebesar Rp695 Juta dan Land Leveling dengan nilai sebesar Rp638 juta komponen belanja kegiatan ini semuanya dialokasikan untuk insentif tenaga kerja sebesar Rp25 ribu.

Berdasarkan laporan hasil Nomor LAPKKN-471/PW08/5/2017 tanggal 06 Desember 2017 oleh Badan Pengawas Keuangan terdapat adanya penyimpangan yang mengakibatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp618 juta.

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar