#pertanian#beritalampung

Irigasi di Lamsel Banyak Tak Berfungsi

( kata)
Irigasi di Lamsel Banyak Tak Berfungsi
Area persawahan di Desa Tanjungjaya, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, yang terendam banjir beberapa waktu yang lalu. Dok Lampost.co


Kalianda (Lampost.co) – Saluran irigasi di Kecamatan Palas, Lampung Selatan (Lamsel) banyak yang tidak berfungsi optimal. Hal itu menjadi penyebab ratusan hektare tanaman padi di daerah tersebut selalu terendam banjir.

Plt Kepala UPTD Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (TPH-Bun) Kecamatan Palas, Tarmijan, mengatakan pendangkalan saluran irigasi menjadi faktor utama penyebab banjir.

"Dengan kondisi pendangkalan saluran irigasi tidak berfungsi optimal. Sehingga, ketika hujan beberapa saluran irigasi meluap dan menyebabkan tanaman padi terendam banjir," ujar Tarmijan, Minggu, 13 Februari 2022.

Menurut dia, irigasi penyebab banjir itu saluran alami sehingga jarang tersentuh pembenahan dan terus mengalami pendangkalan. “Saluran pengairan ini terbentuk alam, tetapi jarang dinormalisasi,” ujarnya.

Untuk itu, saluran irigasi itu harus dilakukan normalisasi, seperti di Desa Tanjungjaya, Bumiasri, dan Baliagung. Sebab, ketiga wilayah tersebut menjadi langganan banjir saat musim tanam rendeng.

Pihaknya berkoordinasi dengan Dinas Pemukiman dan Perumahan Rakyat (PUPR) Lamsel agar ada normalisasi irigasi.

Ketua Gapoktan Bina Tani Desa Tanjungjaya, Darsono, mengaku penyebab banjir area pertanian itu karena irigasi yang sempit dan dangkal.

"Gak bisa maksimal mengalirkan air saat hujan. Kami hanya berharap irigasi di desa kami bisa dinormalisasi," kata dia.

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar