#presidenAS#pilpresAS#demokrasi#beritainternasional#donaldtrump

Iran Rayakan Kekalahan Donald Trump

( kata)
Iran Rayakan Kekalahan Donald Trump
Presiden AS, Donald Trump/(Brendan Smialowski/AFP


Teheran (Lampost.co): Iran merayakan kekalahan Presiden Donald Trump dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) Amerika Serikat (AS) di tengah meningkatnya ketegangan antara Washington dan Teheran, dikutip dari Daily Express, Sabtu, 7 November 2020.
 
Ketegangan antara AS dan Iran telah mencapai titik tertinggi setelah Presiden Donald Trump menarik diri dari kesepakatan nuklir Teheran. Dalam peningkatan ketegangan baru-baru ini, Iran merayakan kekalahan Trump.
 
Hesameddin Ashena, penasihat Presiden Iran Hassan Rouhani, mentweet bahwa masyarakat Iran "Berdiri teguh dengan berani sampai pengecut itu pergi" tak lama setelah kemenangan Joe Biden.

Di bawah pemerintahan Trump, Washington sedang mengupayakan perpanjangan embargo senjata Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terhadap Teheran.
 
Namun, Trump membatalkan perjanjian pada 2018 dan memberlakukan sejumlah sanksi terhadap ekspor minyak Iran. Sanksi ini telah melumpuhkan perekonomian.
 
Kemenangan Joe Biden membawa harapan untuk negosiasi baru antara Teheran dan Amerika. Utamanya dalam menyelesaikan perselisihan kedua negara.
 
Namun demikian, Menteri permukiman Israel Tzachi Hanegbi memperingatkan jika Biden kembali ke kesepakatan Iran, Israel dan Iran akan berperang.
 
"Biden telah lama mengatakan secara terbuka bahwa dia akan kembali ke perjanjian nuklir," kata Hanegbi kepada Jerusalem Post.
 
Dia melihat hal ini sebagai sesuatu yang mengarahkan kedua pihak pada konfrontasi antara Israel dan Iran. Washington dan Teheran berada di ambang perang pada Januari 2020.
 
Perselisihan kedua negara dimulai saat pasukan AS membunuh mayor jenderal Iran Qasem Soleimani selama serangan rudal di Irak. Jenderal Soleimani sedang melakukan perjalanan melalui Baghdad ketika konvoinya diserang oleh tiga rudal AS.
 
Hanya beberapa hari setelah serangan itu, Teheran membalas dan meluncurkan serangkaian rudal balistik di dua pangkalan Irak yang menampung pasukan AS.

Adi Sunaryo







Berita Terkait



Komentar