iranmossad

Iran Disebut Gagal Balas Dendam Kematian Jenderal Soleimani

( kata)
Iran Disebut Gagal Balas Dendam Kematian Jenderal Soleimani
Iran peringati setahun kematian Jenderal Qassem Soleimani. Foto: AFP.


Tel Aviv (Lampost.co) -- Dua mantan kepala Mossad dan mantan kepala Dewan Keamanan Israel menilai Iran gagal membalas kematian jenderal tertinggi mereka, Qassem Soleimani. Mereka juga menganggap Teheran tidak akan mengambil tindakan apapun sampai pelantikan Presiden terpilih Amerika Serikat, Joe Biden.

Mantan Direktur Mossad, Shabtai Shavit mencatat bahwa pembunuhan ilmuwan nuklir terkemuka Teheran, Mohsen Fakhrizadeh, pada November lalu adalah pukulan ganda terhadap aktivitas militer Iran di Timur Tengah dan bahwa komandan Pasukan Quds saat ini, Esmail Ghaani, tidak pada level yang sama dengan pendahulunya.

Dengan berbagai serangan tersebut, Shavit mencatat, Iran akan sabar menunggu kesempatan untuk menyerang targetnya.

"Kami harus memperhitungkan bahwa mereka akan merespons. Mereka akan menunggu kesempatan untuk menyerang target berkualitas tinggi," ucap dia, dilansir dari Sputnik, Senin, 4 Januari 2021.

Mantan Direktur Mossad lainnya, Danny Yatom, pada gilirannya menyatakan, Pasukan Quds belum pulih dari kematian Soleimani dan ragu bahwa itu akan pernah terjadi.

Sementara itu, mantan Kepala Dewan Keamanan Nasional Israel, Giora Eiland berasumsi bahwa tindakan apa pun oleh Teheran hanya akan terjadi setelah Biden menjabat. 

"Mereka tidak akan lupa untuk membalas. Mungkin waktunya bukan ketika mereka dalam negosiasi dengan Amerika. Mereka akan menjadi bodoh untuk melakukan serangan (selama negosiasi) hanya karena mereka memiliki kesempatan. Tetapi mereka adalah orang yang sangat lihai, Anda tidak bisa meremehkan mereka," ujarnya.

Winarko







Berita Terkait



Komentar