#limbah#ipltbakung

IPLT Baru di TPA Bakung Sudah Beroperasi, Lumpur Tinja Masih Mengalir

( kata)
IPLT Baru di TPA Bakung Sudah Beroperasi, Lumpur Tinja Masih Mengalir
IPLT Baru di TPA Bakung Sudah Beroperasi. (Foto:Lampost/Umar Robani)


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Instalasi pengelolaan limbah tinja (IPLT) yang berada di TPA Bakung mulai dioperasikan dalam tahap ujicoba. IPLT tersebut berada di lokasi pengelolaan lama yang telah over kapasitas.

IPLT dibangun menggunakan dana dari Kementerian PUPR senilai Rp12,8 miliar dengan kemampuan mengelola lumpur tinja sebanyak 90.000 liter.

Salah satu pengemudi truk pengangkut tinja, Iwan, mengaku lokais tersebut telah dimanfaatkan mulai April lalu. Sebelumnya, pembuangan tinja dilakukan di lubang di TPA Bakung.

"Dari bulan puasa kemaren sudah mulai buang di sini," ujarnya ketika ditemui di IPLT Bakung, Senin, 16 Mei 2022.

Sementara itu, Kepala Bappeda Bandar Lampung Khaidarmansyah mengatakan tata kelola IPLT dilaksanakan PD Kebersihan. Jika operasional baik selama ujicoba, maka pemanfaatan diberikan ke Pemerintah Kota Bandar Lampung.

Pengelolaan limbah tinja di lokasi itu menggunakan alat secara mekanikal. Meski begitu, IPLT juga dilengkapi alat pengolahan manual sebagai cadangan jika terjadi gangguan.

"Sekarang masih uji coba belum serah terima, kalau dalam waktu dekat ini sudah oke, baru diserahkan pemanfaatannya kepada pemerintah kota," ungkapnya.

Lumpur Tinja Saat Hujan

Meski  IPLT sudah mulai digunakan, namun, luapan lumpur tinja masih mengalir ke pemukiman warga. Hal tersebut diakui Zainuddin, warga RT 01, Bakung, Telukbetung Barat. Menurutnya, lumpur berwarna hijau dengan aroma busuk mengalir dari arah TPA Bakung ketika hujan.

Ia menjelaskan, lumpur mengalir dari arah bukit ke jalan di lingkungan tempat tinggal masyarakat. Bahkan, jika intensitas hujan sedang tinggi lumpur tersebut masuk ke sejumlah rumah warga.

"Di rumah saya ini pernah sampai masuk, dibantu tetangga sini buat nutupinnya," kata dia, Senin, 16 Mei 2022.

Hal senada juga dikatakan warga lainnya, Junaini. Menurutnya, kondisi tersebut telah berlangsung lama tanpa perbaikan dari pengelola dan pemerintah.

Masyarakat sekitar sangat terganggu dan khawatir dengan kondisi itu. Selain lumpur tinja ketika hujan, bau menyengat juga selau tercium setiap hari.

"Dari dulu kayak gitu, tapi ya sampe sekarang juga gini-gini aja. Kalau hujan pasti lumpurnya ke sini," tuturnya.

Diketahui, IPLT Bakung sebelumnya mengalami over kapasitas. Sehingga, ketika hujan kolam tinja meluap dan mengalir ke pemukiman warga.


Sri Agustina








Berita Terkait



Komentar