investasidigital

Investor Inggris Patut Perhitungkan Ekonomi Digital Indonesia

( kata)
Investor Inggris Patut Perhitungkan Ekonomi Digital Indonesia
Foto: Grafis Medcom.id

London (Lampost.co) -- KBRI London mendorong investor di Inggris untuk berinvestasi pada ekonomi digital Indonesia. Hal itu mengingat pertumbuhan kelas menengah yang terus bertambah dan pasar e-commerce Tanah Air yang patut diperhitungkan oleh Inggris.
 
Hal itu disampaikan Deputi Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenkomarves) Odo RM Manuhutu dalam pidato kunci pada acara webinar Indonesia's Digital Economy yang diadakan KBRI London.
 
Mengutip Antara, Kamis, 30 Juli 2020, ia mengatakan dengan pertumbuhan pengguna aktif telepon pintar (smartphone), akses dan pengguna internet yang terus meningkat, pasar digital Indonesia diramalkan akan menjadi terbesar di Asia Tenggara.

Indonesia memiliki lanskap digital yang sangat dinamis. Saat ini ada 175 juta orang aktif menggunakan internet dan 338 juta langganan seluler, serta pasar ekonomi digital diproyeksikan meningkat lebih dari 300 persen. Hal itu diperkuat dengan empat startup berstatus unicorn dan satu perusahaan decacorn.
 
VP Public Policy and Government Relation Gojek Berni Moestafa menjelaskan perkembangan awal bisnis perusahaan itu pada 2010 hingga meluncurkan aplikasi dengan tiga layanan yaitu GoRide, GoSend, dan GoMart pada 2015.
 
"Sejak saat itu laju Gojek semakin cepat hingga menjadi decacorn pada 2019 yang melayani jutaan pengguna di Asia Tenggara, termasuk Singapura, Vietnam, dan Thailand," ujarnya.
 
Sementara itu VP Public Policy and Government Relation Tokopedia Astri Wahyuni berbicara mengenai peran perusahaan itu dalam mengembangkan sektor ekonomi digital di Indonesia.
 
Selama 11 tahun keberadaannya, Tokopedia menjadi ekosistem e-commerce terbesar di Indonesia. Sementara penetrasi pasar e-commerce di Indonesia baru lima persen, sehingga peluang pengembangan masih terbuka luas.
 
Steven Marcelino dari ASEAN Capital Market LeadAccenture UK menambahkan saat ini adalah masa emas bagi pelaku usaha di Inggris berinvestasi di next digital economy giant di Indonesia yang tercatat ranking tujuh dengan jumlah unicorn dan decacorn terbanyak di dunia, melebihi Prancis dan Swiss.
 
Dikatakannya ada tiga hal penting agar investor ekonomi digital Inggris dapat masuk dan sukses di pasar Indonesia, yaitu dengan masuk langsung dari dalam, melakukan lokalisasi, dan memiliki mitra dalam negeri.
 
Wakil Dubes RI di London Adam M Tugio mengatakan webinar ini merupakan upaya memberikan gambaran potensi Indonesia di sektor ekonomi digital dan diharapkan dapat meningkatkan gairah pelaku ekonomi digital Inggris untuk mengembangkan usahanya dan berinvestasi di pasar ekonomi digital Indonesia pasca-pandemi.

Medcom



Berita Terkait



Komentar