#pasarmodal

Investor Baru Pasar Modal Bertambah 2,3 Juta Selama Pandemi

( kata)
Investor Baru Pasar Modal Bertambah 2,3 Juta Selama Pandemi
Pasar modal. Ilustrasi


Jakarta (Lampost.co) -- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat investor baru di pasar modal bertambah sekitar 2,3 juta selama satu setengah tahun masa pandemi berlangsung, sehingga kini menjadi 6,1 juta investor.

"Ini berdasarkan single investor identification (SID) yang dimiliki investor," ucap Anggota Dewan Komisioner OJK Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen Tirta Segara dalam sebuah diskusi daring, Senin, 27 September 2021.

Ia menuturkan pertambahan investor baru di pasar modal tersebut pada umumnya berasal dari kelompok milenial, khususnya generasi X dan generasi Y. Untuk itu, momentum tingginya usia produktif yang berpartisipasi dalam pasar modal, maupun kegiatan ekonomi apapun harus bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya.

Menurut Tirta, besarnya pangsa penduduk usai produktif yakni 15-64 tahun di Indonesia menjadi keyakinan Indonesia akan segera menuju masa keemasannya.

"Sehingga, hal ini tidak hanya menjadikan besarnya peran investor milenial di pasar modal, tetapi dari banyaknya anak-anak muda yang memotori unicorn yang berkembang pesat saat ini," terang dia.

Dengan demikian, ia menilai saat ini Indonesia sedang menikmati bonus demografi dengan banyaknya jumlah penduduk yang produktif tersebut.

Penelitian Bank Dunia dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) memperkirakan rasio ketergantungan atau dependency ratio Indonesia akan mencapai titik terendah pada 2030, yaitu sebesar 46,9 persen.

"Namun demikian, perlu dicatat bonus demografi ini hanya akan menjadi keuntungan bagi Indonesia apabila ditopang dengan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang memadai," tegas Tirta.

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar