#investasi

Investasi di Lambar Capai Rp112 M selama 2021

( kata)
Investasi di Lambar Capai Rp112 M selama 2021
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPN-PTSP) Lambar, Daman Nasir. Lampost.co/Eliyah


Liwa (Lampost.co) -- Realisasi investasi yang masuk ke Lampung Barat (Lambar) selama 2021 mencapai Rp112,921 miliar dari total target Rp90 miliar.

“Pencapaian investasi yang bersumber dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) selama 2021 mencapai Rp112,921 miliar. Realisasi itu melampaui target yang ditetapkan sebesar Rp90 miliar," kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPN-PTSP) Lambar, Daman Nasir, Selasa, 25 Januari 2022.

Dari jumlah investasi itu, realisasi investasi terbesar berada di sektor pembangunan ketenagalistrikan mencapai Rp88,075 miliar. Pencapaian angka tersebut berupa pembangunan pembangkit listrik tenaga mikro hidro yang dilakukan sejumlah perusahaan PMDN.

Baca: 15 Negara Ini Penyumbang Investasi Terbesar di Lampung

 

"Sejumlah perusahaan pembangkit listrik itu adalah PT Tiga Oregon Putra yang berlokasi di aliran Way Semangka wilayah Kecamatan Batubrak dengan investasi Rp71,388 miliar dengan rencana kapasitas produksi sebesar 2x3,85 MW. Sampai saat ini progres kegiatan fisik yang dilakukan telah mencapai 80% dengan rencana triwulan dua tahun 2022 siap dioperasionalkan," kata dia. 

Kemudian investasi dari  PT Lampung Hydroenergy yang berlokasi di aliran Way Semangka dengan nilai investasi Rp966 juta dengan rencana kapasitas produksi sebesar 2x3,5 MW juga masih dalam proses. Lalu ada juga dari PT Adimitra Energi Hidro yang berlokasi di aliran Way Petai, Kecamatan Sumberjaya dengan rencana kapasitas produksi sebesar 2x40,42 MW dengan nilai investasi Rp15,721 miliar.

"Prosesnya baru 70 persen pembebasan lahan," ungkap Daman.

Selain dari perusahaan pembangunan tenaga kelistrikan itu, lanjut dia, juga ada investasi yang masuk dari 296 usaha skala mikro kecil dengan berbagai usaha dengan total nilai Rp13,195 miliar. Investasi skala sektor kecil itu didominasi dari sektor perdagangan, pertanian, hotel dan restoran, industri makanan dan lainnya.

"Kemudian investasi dengan kriteria non IUMK terealisasi sebesar Rp11,650 miliar yang bersumber dari 44 unit usaha," kata dia. 

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar