#intrusi#waypisang#lamsel#beritalampung

Intrusi, Sungai Way Pisang Berubah Asin

( kata)
Intrusi, Sungai Way Pisang Berubah Asin
Kondisi Sunga Way Pisang di Desa Palaspasemah, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, yang berubah menjadi asin. Senin (15/10/2018). (Foto:Lampost/Armansyah)

KALIANDA (Lampost.co)-- Akibat intrusi atau masuknya air laut ke aliran sungai, areal lahan persawahan di beberapa desa di Kecamatan Palas, Lampung Selatan, menyebabkan pasokan air sungai Way Pisang menjadi asin. 

Berdasarkan informasi yang dihimpun Lampost.co, ketika musim kemarau Sungai Way Pisang mengalami kekeringan. Namun, kondisi itu dibarengi dengan adanya pasang air laut di hilir Sungai melalui Sungai Way Sekampung.

Abdul Gafur (35) warga Desa Palaspasemah mengatakan dirinya tidak bisa mengairi lahan sawan miliknya lantaran semua saluran irigasi mengering. Kemudian diperparah kondisi Sungai Way Pisang kini berubah menjadi asin.

"Musim kemarau saat ini saluran irigasi alami kekeringan. Biasanya petani hanya mengandalkan dari air Sungai Way Pisang. Namun, setelah sepekan terakhir Sungai Way Pisang tidak bisa dimanfaatkan karena berubah asin," kata dia, Senin (15/10/2018).

Dia mengaku saat ini dirinya bersama petani lainnya di Desa Palaspasemah terpaksa menunggu Pasang air laut berhenti. Adapun sebagian petani hanya pasrah seraya menunggu turun hujan. 

"Kalau memang sudah terpaksa, petani rela melakukan penyedotan pada malam hari. Soalnya kalau malam hari Sungai Way Pisang kembali normal. Itupun harua dijaga dan dikontrol agar tidak tersedot air pasang lagi," katanya. 

Hal senada diungkapkan, Karyadi (43) petani asal Desa Bandanhurip mengatakan sejak tiga hari terakhir ia kesulitan untuk mengairi lahan tanaman padi miliknya. Sedangkan, untuk mengandalkan sumur bor airnya sudah tidak mencukupi. “Kalau dipaksakan menyiram, padi bisa mati karena air berubah asin," katanya. 

Sementara itu, Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pelaksanaan Penyuluhan Pertanian (P3) Kecamatan Palas, Agus Santosa mengatakan wilayah yang terdampak perubahan air Sungai Way Pisang meliputi tujuh desa di Kecamatan Palas, yakni Desa Bandanhurip, Pulau Tengah, Bali Agung, Bumirestu, Pulaujaya, Bumiasri dan Palaspasemah," katanya. 

"Untuk menghindari dampak kekeringan saat ini, kami mengimbau kepada petani untuk melakukan penyiraman dengan memanfaatkan sumur bor. Air akan berubah menjadi tawar jika turun hujan dari hulu sungai. Untuk sementara ini kami terus mengimbau petani makukan penyiraman menggunakan sumur bor agar terhindar dari dampak kekeringan," katanya. 

Armansyah



Berita Terkait



Komentar