#teknologi#News-Teknologi

Internet Cepat 4G Bukan Barang Mewah di Aceh

( kata)
Internet Cepat 4G Bukan Barang Mewah di Aceh
Ilustrasi. (XL Axiata)

Jakarta (Lampost.co) -- Berada di posisi di paling barat Tanah Air membuat Provinsi Aceh berada jauh dari ibu kota Indonesia. Meskipun begitu selama beberapa tahun belakang, fasilitas telekomunikasi di lokasi ini dibangun untuk bisa terhubung dengan baik.

Lebih dari itu, harapannya Provinsi Aceh juga bisa membangun daerahnya dengan memanfaatkan beragam informasi yang diperoleh dari internet. Hal ini tentunya tidak terlepas dari pembangunan fasilitas pendukung telekomunikasi yang tersedia.

Jaringan telekomunikasi atau internet berbasis 4G sudah dirasakan oleh masyarakat di Provinsi Aceh. Dikutip dari data Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), 71,35 persen wilayahnya sudah terselimuti oleh jaringan 4G.

Namun menurut luas pemukiman yang terdiri dari 23 kabupaten dan kota di Provinsi Aceh, 99,32 persen pemukiman yang tersebar sudah merasakan 4G. Artinya, pengguna layanan seluler di lokasi ini sudah merasakan 4G sama seperti di kota besar di Pulau Jawa.

Angka pertumbuhan coverage seluler di Provinsi Aceh terus meningkat sejak kuartal keempat 2017 dan hingga kuartal kedua 2019. Berdasarkan data Kominfo, operator telekomunikasi seperti Telkomsel dan XL sudah menyediakan jaringan untuk 23 kabupaten dan kota di Provinsi Aceh.

Indosat Ooredoo hadir di 22 kabupaten atau kota di Provinsi Aceh. Operator lain seperti Smartfren dan 3 (Tri) masih separuhnya. Kedua operator yang disebutkan barusan memang lebih gencar membangun aset fasilitas telekomunikasi 4G.

Menariknya, beberapa daerah justru melewatkan jaringan non-4G. Misalnya, kabupaten Gayo Lues yang belum sepenuhnya terselimuti jaringan 3G justru sudah sepenuhnya merasakan 4G. Hal ini menandakan kawasan ini punya potensi tinggi yang bisa digali dengan kehadiran internet cepat.

Jaringan internet cepat berbasis fiber optik juga sudah dirasakan oleh 21 kabupaten atau kota di Provinsi Aceh. Rinciannya sekitar 115 kecamatan dan 3.723 kelurahan atau desa yang sudah menikmati internet cepat fiber optik.

 

Bambang Pamungkas



Berita Terkait



Komentar