#bmkg#cuaca

Intensitas Hujan di Lampung Masih Tinggi Hingga Akhir Tahun

( kata)
Intensitas Hujan di Lampung Masih Tinggi Hingga Akhir Tahun
Cuaca ekstrem. Ilustrasi


Bandar Lampung (lampost.co) – Stasiun Klimatologi Lampung memprediksi fenomena la nina dan Indian Ocean Dipole (IOD) di Lampung diprediksi akan berlangsung sampai akhir tahun 2022.

Prakirawan Stasiun Klimatologi Lampung, Rizki Priatama Wibowo, menjelaskan suhu air laut di Samudra Pasifik bagian barat dan Samudra Hindia bagian barat masih hangat. Lokasi tersebut berdekatan dengan Lampung tepatnya di Pesisir Barat itu masih memicu peningkatan kelembapan udara di atmosfer.

"Hal itu mengakibatkan curah hujan di November lebih tinggi dari normal. Masyarakat diimbau lebih berhati-hati," katanya, Senin, 7 November 2022.

Dia memprediksi November akan sering terjadi gangguan cuaca dari fenomena la nina dan IOD.

"Apabila ditambah gangguan cuaca seperti siklon atau tekanan rendah akan semakin memperparah keadaan," jelasnya.

Selain itu kondisi angin di Lampung pada angin barat dan permukaan laut yang tinggi dapat memicu terjadinya cuaca ekstrem seperti hujan deras.

"Perlu diwaspadai pada awal musim hujan tahun ini harus lebih waspada karena ancaman banjir dan tanah longsor cukup besar," terangnya.

Menurut dia, fenomena itu diprediksi berakhir pada awal 2023. "Kemungkinan November dan Desember masih aktif La Nina dan IOD," ujarnya.

Namun, puncak la nina dan IOD dipastikan karena prakiraan yang dinamis dan fluktuatif.

"Kadang seminggu agak panas, nanti seminggu selanjutnya cuaca ekstrem kembali. Intinya dua bulan ini harus waspada," tuturnya.

Effran Kurniawan








Berita Terkait



Komentar