cabulnetizen

Instagram Oknum Pegawai P2TP2A Cabul Diserbu Netizen

( kata)
Instagram Oknum Pegawai P2TP2A Cabul Diserbu Netizen
Tangkapan layar instagram pelaku cabul. Lampost.co

Bandar Lampung (Lampost.co) --  Tersangka Oknum P2TP2A Lampung Timur Dian Ansori yang menjadi tersangka pencabulan anak dampingannya NF tak kunjung menyerahkan diri. Dian Ansori ditetapkan sebagai tersangka pada Rabu, 8 Juli 2020 dini hari berdasarkan hasil gelar perkara.

Lantas, karena tak kunjung ditangkap, netizen memumpahkan amarah ke akun Instagram pelaku. Hingga Jumat, 10 Juli 2020, pada postingan terakhir pelaku yakni 22 Juli yang lalu dibanjiri komentar hujatan sebanyak 2.478 komentar yang isinya mengecam dan mengutuk pelaku.

Padahal, pelaku di aku IG nya menggunakan foto profil saat ia berfoto bersama Kak Seto, salah satu pegiat perlindungan anak.

Bahkan, terdapat foto pelaku bersama dengan Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim, yang saat itu masih menjabat sebagai Bupati Lampung Timur.

Total ada 403 postingan feed Instagram, dan hampir semuanya dibanjiri komentar, cacian warganet.

Sebelumnya, Polda Lampung mengultimatum agar siapa saja yang mengetahui informasi keberadaan DA, oknum P2TP2A Lampung Timur tersangka pencabulan dengan korban NF (14), agar memberikan informasi ke Polda Lampung.

Bahkan orang yang mengetahui dan menyembunyikan keberadaan DA bisa dijerat dengan pasal 221 KUHP, dengan ancaman pidana 9 bulan penjara.

"Apabila mengetahui, keberadaannya ada di mana segera saja memberikan informasi ke Polda Lampung," ujar Kabid Humas Polda Lampung Kombespol Zahwani Pandra Arsyad, Kamis 9 Juli 2020

Informasi yang didapat Lampost.co, DA sudah melarikan diri dan sempat terdeteksi berada di Serang Banten. Terkait informasi tersebut Pandra enggan mengaminkan. Namun, pihaknya telah melayangkan surat pemanggilan ke pelaku untuk diperiksa sebagai tersangka.

"Sudah kita layangkan surat pemanggilan sejak penetapan tersangka, itu (berada di Luar Lampung), teknis penyidikan, tapi Polri mengedepankan pola-pola humanis," katanya.

Kemudian, pada Kamis 9 Juli juga Subdit IV Renakta Ditreskrimuk Polda Lampung melakukan olah TKP, di Lampung Timur. Olah TKP menghadirkan korban dan beberapa saksi.

"Guna memastikan apa yang disaksikan, dialami, dirasakan, dan didengar korban, sehingga olah TKP ini bisa dijadikan satu konstruksi kejadian, yang bakal menjadi salah satu alat bukti," paparnya. 

Setiaji Bintang Pamungkas



Berita Terkait



Komentar