viruskoronaberitalampung

Insentif Tenaga Medis di Lampung Rp3,6 Miliar Baru Dicairkan Rp313 Juta

( kata)
Insentif Tenaga Medis di Lampung Rp3,6 Miliar Baru Dicairkan Rp313 Juta
Juru Bicara Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Lampung, Reihana di Posko Satgas Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Lampung, Selasa, 7 Juli 2020. Lampost.co/Triyadi Isworo

Bandara Lampung (Lampost.co) --Insentif tenaga medis dan kesehatan yang terlibat aktif sebagai garda terdepan menghadapi pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Lampung mencapai Rp3.631.680.575. Insentif tersebut merupakan penghormatan dan reward dari pemerintah atas bakti dan perjuangan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Juru Bicara Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Lampung, Reihana mengatakan pada periode hingga 30 Juni 2020, anggaran insentif yang diverifikasi melalui Dinas Kesehatan Lampung berjumlah Rp3.631.680.575 dan sampai dengan saat ini anggaran yang telah dicairkan adalah Rp313.277.448.

"Kementerian Kesehatan masih terus berupaya guna meningkatkan realisasi pencairan dana insentif," kata Reihana di Posko Satgas Terpadu Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Lampung, Selasa, 7 Juli 2020.

Dia menambahkan ke depan pembayaran insentif akan berubah cara yang tadinya dari kementerian langsung ke rekening tenaga medis, menjadi ditransfer ke Badan Keuangan Daerah (Bakuda) Lampung baru ditransfer ke rekening tenaga medis masing-masing. Nantinya, melalui dana bantuan operasional kesehatan (BOK) tambahan yang masuk mekanisme Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

"Nantinya akan ditransfer ke Bakuda yang selanjutnya distransfer ke rekening masing-masing. Ada juga daerah yang ternyata menggunakan APBD sampai Juni saja, kemudian baru mengajukan kepada kementerian. Ternyata mereka baru mendengar adanya informasi akan dibayar lewat BOK tambahan untuk insentif tenaga medis," kata Kepala Dinas Kesehatan Lampung ini.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, di Lampung terdata 20.169 orang tenaga medis yang terlibat dalam penanganan Covid-19, yakni tenaga kesehatan meliputi dokter umum, dokter spesialis, perawat, analis kesehatan, dan sebagainya. Adapun perincian 2.127 tenaga medis, 9.286 tenaga perawat, dan 8.756 bidan. Di Lampung ada 30 rumah sakit rujukan penanganan Covid-19.

Pemerintah memberikan insentif dan santunan kematian bagi tenaga kesehatan yang menangani Covid-19 di Indonesia. Pemberian insentif dan santunan kematian tersebut telah ditetapkan menkes melakui Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/278/2020.

Jenis tenaga kesehatan yang mendapatkan insentif dan santunan kematian adalah dokter spesialis, dokter, dokter gigi, bidan, perawat, dan tenaga medis lainnya yang bekerja di tujuh fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes). Adapun besaran insentif untuk tenaga kesehatan yakni dokter spesialis Rp15 juta, dokter umum dan gigi Rp10 juta, bidan dan perawat Rp7,5 juta, dan tenaga medis lainnya Rp5 juta.

Sementara itu insentif untuk tenaga kesehatan di KKP, BTKL-PP, dan BBTKL-PP, Dinas Kesehatan Lampung dan kabupaten/kota, puskesmas dan laboratorium yang ditetapkan Kementerian Kesehatan setinggi-setingginya Rp5 juta. Untuk besaran santunan kematian Rp300 juta diberikan kepada tenaga kesehatan yang meninggal dalam memberikan pelayanan kesehatan dikarenakan paparan Covid-19 saat bertugas.

Muharram Candra Lugina



Berita Terkait



Komentar