Prakerja

Insentif Kartu Prakerja Ditambah 5 Kali Lipat

( kata)
Insentif Kartu Prakerja Ditambah 5 Kali Lipat
Ilustrasi Kartu Prakerja - - Foto: dok Antara


Jakarta (Lampost.co) -- Pemerintah berencana menambah insentif program kartu prakerja sebesar lima kali lipat. Tambahan insentif bagi peserta ini seiring pengurangan jumlah program serta pembatasan jumlah pelatihan.

"Sesuai dengan masukan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan berbagai pihak, kami akan melakukan perbaikan. Di antaranya membenahi payung hukum, pembatasan jumlah pelatihan, dan meningkatkan insentif lima kali lebih besar, dan mengurangi program lima kali lebih besar juga," ungkap Direktur Komunikasi Manajemen Pelaksana Prakerja Panji Winanteya Ruky dalam Webinar Kartu Prakerja, Sabtu, 27 Juni 2020.

Panji menjelaskan perubahan ini dilakukan karena terdapat beberapa evaluasi regulasi imbas munculnya isu mengenai konflik kepentingan dalam program pelatihan kartu prakerja. Apalagi KPK menyatakan hanya 24 persen pelatihan yang layak alias memiliki konten.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 50 persen pelatihan bisa dilakukan melalui daring dan sisanya harus dilakukan secara luring.

Perbaikan yang telah diterima, lanjutnya, akan menyasar dari sisi regulasi, kebijakan, serta pelaksanaannya. Dia mencontohkan terkait pelaksanaan Kartu Prakerja yang dilaksanakan melalui luring (offline) dikatakan harus dilakukan.

"Perbaikan ini akan dipilah lebih lanjut karena permasalahan tersebut ada yang bisa dilakukan dalam waktu cepat dan ada yang harus dilakukan secara bertahap," tambah dia.

Anggota Komisi IX DPR Netty Prasetyana Heryawan menambahkan terdapat disorientasi terhadap program kartu prakerja, khususnya di masa pandemi yang dikatakan serba sulit.

"Saya melihat ada masalah disorientasi antara pelatihan dan kebutuhan perut. Nggak efektif, karena pekerja ingin mendapatkan Rp600 ribu daripada pelatihan," sambung Netty.

Winarko







Berita Terkait



Komentar