#viruscorona#viruskorona#ekbis#umkm

Inovasi Jadi Kunci UMKM Bertahan di Tengah Pandemi

( kata)
Inovasi Jadi Kunci UMKM Bertahan di Tengah Pandemi
Ilustrasi. Foto: Dok

Jakarta (Lampost.co): Pandemi virus korona (covid-19) telah memengaruhi berbagai sektor perekonomian, termasuk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Sektor yang biasanya paling tahan di masa krisis ini justru dinilai mengalami tekanan signifikan selama masa pandemi.

VP Micro Business Policy PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Fita Arisanti mengatakan pandemi berdampak kepada UMKM karena adanya pembatasan aktivitas masyarakat demi menekan penyebaran covid-19. Padahal UMKM menjadi salah satu tulang punggung dari perekonomian nasional.

"Jadi UMKM di Indonesia ini ada 64 juta, sehingga kenapa kita semua concern di situ karena ini menyerap tenaga kerja hampir 90 persen di UMKM. Kalau UMKM survive, maka Indonesia juga bisa survive karena banyak yang berharap di situ," kata dia dalam bincang UMKM BRInovasi #DariRumah, Sabtu malam, 16 Mei 2020.

Menurut dia, dari total UMKM yang ada hampir 98 persen di antaranya mengalami tekanan selama pandemi ini. Penurunan omzet dan pendapatan menjadi masalah yang paling banyak dihadapi oleh para pelaku UMKM, selain juga kendala produksi karena adanya pembatasan sosial oleh pemerintah.

Untuk itu, Fita mengungkapkan inovasi pelaku UMKM menjadi kunci agar bisa bertahan di masa seperti sekarang ini. Inovasi bisa dilakukan dengan cara memperluas jaringan pemasaran dengan memanfaatkan layanan digital ataupun media sosial.

"Kalau memang demand-nya turun, artinya dia harus mencari jalur penjualan yang lain. Selama ini misalnya hanya jualannya offline saja, maka sekarang harus jualan lewat cara lain seperi online misalnya," ungkapnya.

Tak hanya itu, pelaku UMKM juga harus bisa merespon kebutuhan pasar dalam kondisi saat ini. Inovasi daripada produk yang dijual juga bisa menjadi alternatif sehingga tetap bisa bertahan dengan cara-cara yang baru (new normal).

"Sekarang apa yang masih bisa dilakukan? Apa yang bisa dijual dengan cara yang beda? Misalnya sebelumnya jualan pisang goreng, sekarang dijual dengan cara yang beda di online. Selain itu dibuat frozen supaya bisa tahan lama dan konsumen bisa memasaknya sendiri di rumah," pungkas dia.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar