#Refleksi#LampungPostWeekend

Inovasi 100 Hari

( kata)
Inovasi 100 Hari
Presiden Joko Widodo melantik Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Lampung periode 2019-2024, Arinal Djunaidi serta Chusnunia Chalim, Selasa, 12 Juni 2019.(Foto:Medcom.id)

BISA apa bayi yang berumur 100 hari? Jawabnya menurut sudut pandang berbeda. Pastinya, jika bayi sehat akan banyak kelihaian. Jika ia kurang gizi, sulit baginya menggerakkan organ tubuh, baik kaki maupun tangan. Setelah itu 200 hari berlalu, saraf motorik–mulai bekerja merespons kejadian.

Bagaimana respons publik di usia 100 hari kepemimpinan Arinal-Nunik? Duet Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung yang dilantik Presiden Joko Widodo pada Rabu, 12 Juni 2019 itu, berupaya menginovasi, menjaga integritas pelayanan agar anak bangsa terinspirasi membangun daerah.

Pesan Jokowi sangat tegas ketika melantik Arinal-Nunik. Lampung, kata Presdien, harus mampu menyokong berbagai kebutuhan Jakarta sebagai ibu kota negara. Jangan sampai pasokan menjadi sulit, karena 40 persen kebutuhan ibu kota dari Lampung. Apakah itu hasil laut, pertanian, kebun, dan ternak. Karena posisi Lampung sangat strategis.

Tidak itu saja, usai dilantik Arinal-Nunik diboyong Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mendatangi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Lembaga antirasuah mengajak Gubernur danWakil Gubernur bertukar pikiran tentang strategi pencegahan korupsi. Bahkan, mereka “disumpah” menjadi bagian dari agen pemberantasan korupsi di daerah.

Ketika Arinal-Nunik berkampanye di hadapan rakyat Lampung ini, ia berjanji membangun pemerintahan bersih, bebas dari korupsi, kolusi, dan nepotisme. Kini, komitmen itu dipegang teguhnya. Saat pemaparan hasil kerja 100 hari, Arinal mengingatkan aparatur agar bekerja mengikuti aturan. Membangun birokrasi yang bersih, dan ikhlas melayani publik.

Pagi itu, peserta rapat pemaparan tegang. Dengan nada tinggi Arinal mengingatkan tiga kepala organisasi perangkat daerah (OPD) melanggar disiplin. Hamartoni Ahadis, Tyas Nuziar, Reihana karena tidak hadir dalam acara sakral evaluasi kinerja Gubernur dan Wakil Gubernur selama 100 hari.

Acara yang digelar di ruang rapat utama Pemprov, Jumat (20/9/2019), dihadiri pemimpin redaksi, kepala dinas, satuan OPD, bahkan anggota parlemen ikut diundang. “Yang seperti ini, saya tidak suka. Karena tidak menghargai undangan,” kata Arinal. Gubernur memerintahkan Kkepala Inspektorat Lampung Hamartoni diberikan peringatan.

Menata birokrasi tidaklah mudah. Beruntungnya, Arinal pernah menjabat sekretaris daerah sangat paham bagaimana pejabat yang dinas luar harus izin atasannya. Termasuk pegawai ingin mencalonkan diri menjadi kepala daerah. Adalah Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman Tyas Nuziar.

Tyas yang akrab dipanggil Unus itu mencalonkan diri menjadi calon bupati Pesawaran. Arinal mengatakan,"Kamu mencalonkan diri ya? Tunggu nanti saya buat surat pemberhentiannya. Jangan main-main kamu!"  

***

Begitulah Arinal yang tidak sungkan-sungkan mengingatkan anak buahnya agar mengikuti aturan berdasar pada UU No  30/2014 untuk membangun birokrasi bersih. Sebetulnya Arinal tidak mau marah kalau pejabatnya disiplin. Inilah Arinal. Jika pejabat merasa bersalah dan minta maaf, pasti dimaafkannya. “Manusia itu harus menjadi pemaaf," kata Arinal.

Peringatan itu, kata dia, untuk mendisiplinkan pegawai karena menjadi pelayan rakyat. Apalagi sudah ikut dalam satu barisan merealisasikan 33 janji kampanye. “Bekerjalah dengan baik dengan penuh rasa tanggung jawab. Sehingga bisa membawa perubahan daerah ini ke arah yang lebih baik lagi. Janganlah menimbulkan persoalan hukum.”

Arinal dalam 100 hari kerja kedua tidak segan-segan me-nonjob-kan pejabat. Seperti apa pejabat yang kena nonjob. Pastinya tidak dapat menyesuaikan diri dengan visi misi, program kerja serta 33 janji kampanye. Kalau tidak bisa berlari kencang mengikuti irama, siap-siap diganti. Rakyat tidak mau menunggu terlalu lama Arinal-Nunik merealisasikan janjinya.

Satu contoh adalah memisahkan dan menggabungkan lembaga yang tidak sesuai lagi dengan kebutuhan daerah. Seperti pemisahan Dinas Perkebunan dengan Dinas Peternakan. Penggabungan Dinas Perindustrian dan Dinas Perdagangan. Selain itu meningkatkan unit layanan pengadaan barang dan jasa menjadi setingkat biro.

Lampung hari ini tentu sangat beda dengan Lampung kemarin. Sekarang ada jalan tol yang membela provinsi, dermaga cepat, bandara internasional. Fasilitas itu mampu melesatkan Lampung. Belum lagi ada bendungan air yang mampu mengairi sawah, karena Lampung menjadi sentra pertanian.

Dengan begitu, makin banyak orang belajar dan mengunjungi provinsi di ujung selatan Sumatera ini, karena Lampung menyimpan sejuta pesona keindahan alam. Yang jelas, inovasi diperlukan membangun Lampung. Seperti destinasi wisata. Pulau dan pantai ditata rapi. Karena pantai pesisir barat menjadi indah jika di situ dilengkapi fasilitas berlibur.

Banyak lagi yang perlu diinovasi dengan memanfaatkan pengetahuan dan pengalaman, serta kepiawaian Arinal sebagai mantan birokrat, dan Nunik mantan anggota parlemen di Senayan. Inovasi itu mampu menciptakan sesuatu yang baru sehingga Lampung menjadi daerah bersaing tinggi.

Sebenarnya tidak cukup inovasi, kinerja 100 hari kedua Arinal-Nunik membutuhkan pegawai berintegritas. Cukup sudah KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap tiga kepala daerah di Lampung. Semua harus berbenah. Kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, dan komitmen membangun harus ditanamkan anggota kabinet Arinal-Nunik.

Ingat! Integritas akan melahirkan kepercayaan publik yang hebat. Karena mampu berbenah birokrasi, menolak korupsi, tidak pungli, tidak kolusi. Jika kepentingan inovasi dan integritas bersinergi, Lampung menjadi juara. Anak-anak bangsa akan mencatat Arinal-Nunik mampu melahirkan Lampung baru dengan inovasi dan integritas.  ***

   

Iskandar Zulkarnain

loading...

Berita Terkait

<<<<<<< .mine
loading...
||||||| .r621
loading...
=======
>>>>>>> .r624

Komentar