#ekonomibisnis#ojk

Inklusi Pasar Modal Bidik 500 Investor dan Emiten Baru

( kata)
Inklusi Pasar Modal Bidik 500 Investor dan Emiten Baru
dok Lampost.co

Bandar Lampung (Lampost.co): Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menetapkan Oktober sebagai bulan inklusi. Dalam merayakan peringatan itu, industri pasar modal pun membidik 500 investor baru dan perusahaan yang menjual sahamnya di Bursa Efek. Target tersebut guna meningkatkan rasio penggunaan produk di sektor jasa keuangan tersebut yang baru sebesar 1,3%.

Kepala Bursa Efek Indonesia Perwakilan Lampung, Hendi Prayogi menjelaskan di bulan inklusi ini pihaknya meningkatkan intensitas kegiatannya untuk menaikkan inklusi industri pasar modal. Ditargetkan sepanjang Oktober bisa menggaet 500 rekening saham baru dan menarik minat perusahaan di Lampung menjadi emiten di lantai bursa.

Hal itu diupayakan dengan gelaran Indonesia Investment Festival (Investival) 2019. Kegiatan tahunan itu dijanjikan berbeda dibanding sebelumnya. "Kalau sebelumnya selalu dihelat di mal, 23-24 Oktober nanti kami adakan di kampus. Sehingga lebih kental edukasi dan kompetisinya," kata Hendi kepada Lampung Post, Minggu (13/10/2019).

Namun, hal terpentingnya adalah peningkatan inklusinya. Untuk itu terdapat perjalanan Sekolah Pasar Modal (SPM) ke enam kampus yang memiliki galeri investasi. Edukasi itu bekerja sama dengan OJK yang memberi fasilitas tambahan berupa Rp50 ribu kepada setiap peserta SPM sebagai modal untuk membuka rekening efek dan dibelanjakan saham. 

"Kalau SPM biasanya yang digelar rutin tiap bulan kan tidak diberikan modal. Untuk membuat akun, kami bekerja sama dengan perusahaan sekuritas dan peserta SPM tinggal menyiapkan syaratnya seperti KTP, buku tabungan, dan NPWP," ujarnya

Investival tersebut juga semakin meriah dengan kedatangan Lo Kheng Hong. Tokoh pasar modal nasional itu akan memberikan motivasi untuk menjadi investor sukses. "Kehadiran bapak saham Indonesia itu diharapkan bisa memotivasi mahasiswa agar tertarik dengan pasar modal," ujar dia.

Disamping itu, lanjutnya, bulan inklusi juga diisi dengan work shop go public, 29 Oktober mendatang. Seminar yang dikhususkan untuk pengusaha di Lampung itu memperkenalkan perusahaan dalam proses go public. Sehingga jika perusahaan membutuhkan modal, terdaprlat pasar modal sebagau fasilitas untuk mendapatkannya.  

"Kami mengundang 100 perusahaan. Harapannya ada penambahan emiten saham di Lampung. Sebab, hingga kini hanya ada satu emiten, yaitu PT Tunas Baru Lampung yang berstatus terbuka (Tbk). Sementara Bank Lampung sudah ikut menggunakan fasilitas pasar modal dari penjualan obligasi," katanya.

Effran Kurniawan



Berita Terkait



Komentar