#beritalampung#beritalampungterkini#sengketatanah#penyerobotantanah#mafiatanah

Inilah Peran Mafia Tanah di Desa Malangsari

( kata)
Inilah Peran Mafia Tanah di Desa Malangsari
Para tersangka mafia tanah Desa Malangsari, Kecamatan Tanjungsari, digiring petugas saat akan konferensi pers di Mapolda Lampung, Jumat, 30 September 2022.Lampost.co/Salda Andala


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Lampung mengungkap peran kelima mafia tanah yang serobot lahan Desa Malangsari, Kecamatan Tanjungsari, Lampung Selatan, Jumat, 30 September 2022.

Dirkrimum Polda Lampung, Kombes Reynold EP Hutagalung mengatakan Kades SYT peranannya pada Juni 2020 lalu membuatkan surat keterangan palsu atau lokasi objek tanah milik pensiunan polisi berpangkat AKP inisial SJO (80). Kemudian tanah yang semula terletak di Lampung Timur dan sekarang beralih menjadi Desa Malangsari, Kecamatan Tanjungsari, Lampung Selatan itu, dibeli Jaksa AM.

Berita terkait: Polda Ungkap Kronologis Mafia Tanah Penyerobotan Lahan di Desa Malangsari 

"Tersangka SYT membuatkan dokumen pendukung permohonan penerbitan sertifikat hak milik (SHM). Dengan membuat surat keterangan itu, Kades SYT mendapatkan imbalan uang Rp1 juta," katanya.

Sementara peran SHN yang merupakan camat Sekampungudik yang kini menjabat kepala Satpol PP Lampung Timur, menguatkan surat yang dibuat Kades SYT. SHN membubuhkan tanda tangan dan cap stempel Kecamatan Sekampungudik.

"Surat itu dibuat palsu pada 2020, dengan lokasi objek tanah milik tersangka SJO, kemudian dibeli Jaksa AM. Sehingga surat itu digunakan sebagai dokumen pendukung permohonan penerbitan SHM," ujarnya.

Diketahui, Ditreskrimum Polda Lampung mengungkap kronologis mafia tanah yang menyerobot lahan warga Desa Malangsari, Kecamatan Tanjungsari, Lampung Selatan. Jumat, 30 September 2022.

Muharram Candra Lugina








Berita Terkait



Komentar