#pilkadalamteng#debatpublik

Inilah Jawaban Para Calon Bupati Lamteng dalam Debat Publik

( kata)
Inilah Jawaban Para Calon Bupati Lamteng dalam Debat Publik
Para calon bupati Lampung Tengah saat mengikuti debat publik yang digelar KPU setempat di Hotel BBC Bandarjaya, Jumat malam, 30 Oktober 2020. Dok.


Gunungsugih (Lampost.co) -- Sejumlah pertanyaan berbeda diajukan untuk tiga calon bupati pada debat publik yang digelar KPU Lampung Tengah di Hotel BBC Bandarjaya, Jumat malam, 30 Oktober 2020. Pada segmen dua, masing-masing calon bupati mendapat pertanyaan berbeda. 

Cabup nomor urut 2 Musa Ahmad menyampaikan beberapa hal dalam menjawab pertanyaan tentang bagaimana mengoptimalkan CSR dari ratusan perusahaan di Lamteng agar berdampak pada peningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. Jawaban tersebut, di antaranya komunikasi pemerintah daerah dengan dunia usaha, transparansi pengelolaan dana CSR, pemberdayaan masyarakat sekitar perusahaan, dan pembukaan lapangan kerja. 

Calon nomor urut tiga Nessy Kalviya yang mendapat pertanyaan tentang arti dan ukuran kata sejahtera bagi masyarakat Lamteng mengatakan sejahtera itu jika perekonomian baik, kesehatan baik. dan pendidikan baik. Karena itu, jika terpilih, ia akan mengupayakan kestabilan harga komoditas pertanian yang banyak dikeluhkan petani, mengingat sebagian besar warga Lamteng adalah petani.

Berita terkait: KPU Gelar Debat Kandidat Bupati Lamteng

Untuk kesehatan, ia akan menjamin kesehatan warga Lamteng yang tidak mampu dan tidak terkaver BPJS. Sedangkan bidang pendidkan, ia akan memastikan wajib belajar 12 tahun terlaksana sehingga dapat dirasakan semua warga Lamteng. 

Sementara cabup nomor satu Loekman Djoyosoemarto, menjawab pertanyaan terkait keunggulan komparatif Lamteng, mengatakan akan membagi wilayah di Lamteng dengan tiga zona, yakni zona perikanan laut di wilayah timur, zona peternakan di wilayah tengah, dan zona perikanan air tawar di wilayah barat. Hal ini agar pada zona-zona tersebut produksi bisa dibatasi tidak melebihi kebutuhan sehingga harga hasil panen bisa dikontrol.

Selain itu, ia akan meningkatkan SDM di wilayah-wilayah itu agar memiliki kemampuan memadai.

Muharram Candra Lugina







Berita Terkait



Komentar