#kriminal#kejahatan#pembobolanatm

Inilah Berbagai Modus Pembobolan ATM

( kata)
Inilah Berbagai Modus Pembobolan ATM
Pebobolan ATM di Kedaton. Dok.Lampost.co


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Aksi pembobolan anjungan tunai mendiri (ATM) di Lampung kembali marak, khususnya di Bandar Lampung, dan dalam satu bulan terakhir terjadi tiga kali pencurian. Modus yang dilakukan para pelaku bermacam-macam mulai dari cara konvensional dengan merusak mesin ATM, mengganjal mesin dengan benda, hingga mengakali sistem.

Teranyar, tiga ATM dibobol dalam sebulan di Bandar Lampung, kendati hanya dua lokasi yang uangnya dikuras. Kejadian paling baru terjadi di minimarket Jalan Ratu Dibalau, Way Kandis, pada Kamis dini hari, 18 juni 2020.

Sedangkan dua kejadian lainnya, yakni terjadi di mesin ATM BNI di dalam Indomaret Jalan Darusalam, Langkapura, Bandar Lampung, Senin, 25 Mei 2020 dini hari. Kemudian di minimarket Jalan Pulau Legundi, Sukarame, Bandar Lampung pada 21 Mei 2020 dini hari, tapi pelaku belum sempat menggasak uang karena alarm ATM berbunyi dan pelaku melarikan diri.

Pembobolan ATM dengan metode konvensional atau merusak mesin juga pernah terjadi pada September 2019 yang menimpa ATM di minimarket Jalan Arif Rahman Hakim, Jagabaya II, Way Halim, tepatnya di area Rumah Kayu Resto. Pelaku merusak brangkas dan layar monitor mesin ATM, tapi belum sempat membawa kabur seluruh uang yang ada di mesin tersebut.

Bahkan, masih pada 2019, komplotan pembobol ATM spesialis bandara pun beraksi di Bandara Radin Inten II dengan modus yang berbeda. Salah satu pelaku ditangkap Polsek Natar, yakni Manzori (22), warga Kotaagung Timur, Tanggamus. Selain ATM di bandara dengan membawa kabur uang Rp1,5 juta, komplotan juga beraksi di ATM BRI samping Fitrinov Hajimena, Natar, dan membawa kabur uang tunai Rp2,4 juta.

Kemudian dari ATM BRI samping SPBU Taman Siswa Telukbetung Utara, dengan menggondol uang tunai Rp1,25 juta. Dari ATM BRI samping Rumah Makan Puti Minang Pahoman, pelaku membawa kabur uang tunai Rp2 juta.

Modus yang digunakan pelaku, yakni dua orang masuk ke ruang mesin ATM dan satu orang menjaga situasi. Uang diambil dengan cara mengganjal tempat uang keluar dengan kawat yang dimodifikasi.

Selain mengelas mesin, merusak mesin, mengganjal mesin dengan alat, pencurian ATM dengan modus lainnya pun pernah terjadi di Bandar Lampung pada 2019. Dua tersangka pembobol ATM, yakni Meidiansyah (24), warga Denteteladas, Tulangbawang, dan Suhaili (28), warga Kotaagung, Tanggamus, ditangkap Unit Reskrim Polsek Sukarame, mereka membobol ATM di Lampung Walk dengan modus yang unik.

Pelaku menarik uang tanpa mengurangi jumlah saldo dari berbagai kartu ATM yang mereka miliki. Caranya dengan  menarik ATM seperti biasa, namun ketika uang hendak keluar arus listrik dimatikan dan dihidupkan lagi dengan cepat sehingga memengaruhi sistem ATM. Mereka membawa colokan listrik yang memiliki tombol, lalu memindahkan dari colokan awal ke colokan yang pelaku bawa.

Kapolresta Bandar Lampung Kombes Yan Budi Jaya mengatakan pihaknya sejak awal sudah mengantisipasi terjadinya upaya pencurian di minimarket, khususnya ATM.

Menurut dia, pihaknya sudah berkomunikasi dengan pihak minimarket atau asosiasi dari para pengusaha toko retail untuk memasang alarm agar pencurian bisa dicegah.

"Sejak kejadian di Sukarame, kan gagal karena alarm bunyi. Nah dari situ sudah saya kumpulkan para pengusaha minimarket untuk memasang alarm dan CCTV. Contoh kedua, kejadian di Kemiling itu alarm bunyi. Namun, sampai saat ini saya masih menunggu dari mereka (toko retail) seperti apa progresnya karena harus menungu dari pusat kata pihak minimarket. Malah kami sudah simulasikan di beberapa minimarket seandainya ada orang yang masuk, namun memang pemasangan CCTV atau sensor alarm berbeda lokasi tiap minimarket," ujarnya, Kamis, 18 Juni 2020.

Polresta pun memberikan arahan ke pihak minimarket agar memasang alarm di titik-titik pelaku berpotensi masuk, kemudian corong atau speaker bunyi alarm ditaruh di luar agar suara alarm bisa terdengar. Pemasangan alarm juga sudah diarahkan ke pemilik bank dan terkoneksi dengan alarm minimarket.

"Karena kalau ditutup pakai rolling door minimarketnya, suara alarm itu mendem di dalam," kata alumnus Akabri 1996 itu.

Dia juga sudah merencanakan pemasangan alarm baik mesin ATM atau minimarket yang terkoneksi dengan kantor kepolisian. "Sedang kami rencanakan pemasangan alarm yang terkoneksi misal ke polsek terdekat, atau ke Polresta. Jadi bisa langsung penindakan karena kalau pengawasan 24 jam saya rasa berat," ujarnya.

Kapolresta mengungkapkan pencegahan terus diperkuat dengan hunting Reskrim dan Sabhara serta patroli bhabimkambtimas. "Untuk kejadian di Kedaton ini, masih kami dalami, apakah alarm bunyi atau tidak," katanya.

Muharram Candra Lugina







Berita Terkait



Komentar