kejaksaanagung

Ini Tujuh Capaian Kejaksaan Agung Tahun 2020

( kata)
Ini Tujuh Capaian Kejaksaan Agung Tahun 2020
Jaksa Agung RI Dr. ST. Burhanuddin. (dok. Media Indonesia)


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Kejaksaan Agung Republik Indonesia (RI) merilis hasil capaian di beberapa bidang yang telah dilaksanakan tahun 2020 lalu, Rabu, 6 Januari 2021. 

Pertama, Bidang Pembinaan. Dalam rangka membangun dan mengembangkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas, telah melakukan kegiatan antara lain Seleksi Jabatan Kepala Kejaksaan Tinggi Berkualifikasi Pemantapan yang dilakukan secara terbuka. 

Kedua, Bidang Intelijen. Berperan aktif dalam mengamankan dan mendukung percepatan pembangunan proyek-proyek strategis melalui kegiatan Pengamanan Pembangunan Strategis, serta mendukung iklim investasi dan kemudahan berusaha. 

Ketiga, Bidang Tindak Pidana Umum telah menerapkan Peraturan Kejaksaan RI Nomor 15 Tahun 2020 tentang Penghentian Penuntutan Berdasarkan Keadilan Restoratif, dengan kurang lebih 107 perkara yang diselesaikan berdasarkan keadilan restoratif.

Keempat, Bidang Tindak Pidana Khusus telah berhasil menyelamatkan keuangan negara sebesar Rp19,2 triliun dan telah berkontribusi untuk Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp346,1 miliar.

Kelima, Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara. Dalam rangka percepatan penanganan Covid-19, telah melakukan pendampingan hukum dengan nilai total Rp38,7 triliun dan pendampingan kebijakan Pemulihan Ekonomi Nasional dengan total senilai Rp68,2 triliun. 

Selain itu, penyelamatan keuangan negara di Bidang Datun sebesar Rp239,5 triliun serta pemulihan keuangan negara sebesar Rp11,1 triliun dan USD406 ribu (empat ratus enam ribu dollar Amerika). 

Keenam, Bidang Pengawasan telah berhasil memberlakukan Whistle-Blowing System dan menyelesaikan sebanyak 317 laporan dari total 524 laporan pengaduan serta melakukan penjatuhan hukuman disiplin terhadap 130 Pegawai Kejaksaan. 

Ketujuh, Badan Diklat Kejaksaan RI. Dalam rangka menjaga kesinambungan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas, tetap dilakukan Pendidikan Pembentukan dan Pelatihan Jaksa (PPPJ), yang pelaksanaannya menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan diselenggarakan secara virtual, sebanyak 400  peserta. 

“Saya berharap dengan capaian tersebut, kita tidak lantas berpuas diri, namun senantiasa tetap meningkatkan performa kinerja, agar kedepannya jauh lebih baik dan optimal. Adapun hal-hal yang masih dirasakan kurang ataupun tidak maksimal, hendaknya dijadikan sebagai pembelajaran dan koreksi, sehingga mampu mendorong dan memicu peningkatan kinerja,” ujar Jaksa Agung RI Dr. ST. Burhanuddin. 

 

Ricky Marly







Berita Terkait



Komentar