#alay#aset#beritalampung

Ini Rincian Aset Alay dan Satono yang Disita Saat Ini

( kata)
Ini Rincian Aset Alay dan Satono yang Disita Saat Ini
Alay saat tiba di Lampung usai buron dan ditangkap di Bali. (Foto:dok.Antara)

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Sebelum dilakukanya pengkapan terhadap buronan kelas kakap, Kejaksaan Tinggi Lampung memang telah menyita beberapa aset milik Sugiharto Wiharjo alias Alay dan aset milik DPO mantan Bupati Lampung Timur Saton, karena diduga kedua buronan ini selain terlibat korupsi APBD ratusan miliar, keduanya melakukan tindak pidana pencucian uang milik Pemda Lampung Timur.

Dari hasil penelusuran Lampost.co, beberapa aset yang telah disita berupa tanah, uang dolar dalam rekening dan puluhan kendaran mewah milik kedua terpidana ini.

Terakhir Kejaksaan Tinggi Lampung telah menemukan satu aset milik Alay berupa apartemen di wilayah Tangerang, Banten. Nilai aset yang telah disita milik dua koruptor kakap itu ditaksir mencapai puluhan miliar. Aset-aset itu dinyatakan hasil korupsi APBD Lampung Timur sebesar Rp106 miliar.

Adapun aset milik mantan Bupati Satono yang telah disita yakni delapan bidang tanah di Jalan Ismail Balau, Kelurahan Kedamaian, Tanjungkarang Timur, masing-masing 631 m2, 332 m2, 406 m2 berikut bangunan yang ada di atas lahan tersebut 922 m2 serta dua bangunan seluas 442 dan 200 meter persegi atas nama Satono.

Kemudian satu aset lainnya yakni, dua lahan atas nama Rice Megawati dengan rincian tanah seluas 309 m2 dan 307 m2 serta sebuah bangunan seluas 252 m2, juga di Jalan Ismail Balau, Kelurahan Kedamaian, Bandar Lampung. Nilai dua aset Satono ini sendiri ditaksir mencapai Rp2,7 miliar.
Sedangkan aset Alay ditaksir mencapai puluhan miliar itu terdiri dari 10 mobil, 32 lahan tanah, dan enam rekening milik Alay. Untuk 32 aset berupa lahan tanah tersebar di Lampung, yakni 9 lahan berada di Bandar Lampung, 18 lahan berada di Lampung Selatan, dan 3 lahan di Lampung Tengah, serta 2 aset tanah atas nama Rice Megawati (isteri mantan Bupati Lampung Timur Satono).

Kemudian, enam rekening atas nama Alay tersebar di tiga bank yakni Bank Panin, Bank Mega, dan Bank NISP. Di Bank Panin, sejumlah uang disimpan oleh Alay dalam Tabungan Panin Dollar dengan nomor rekening 560-4-00567-8.
Alay juga menyimpan sejumlah uang di dua jenis tabungan di Bank Mega, yakni Tabungan Mega Dollar dengan nomor rekening 01-052-20-20-00-118-3 dan tabungan Bank Mega bernomor rekening 01-052-00-20-05617-6. Sedangkan di Bank NISP, Alay menyimpan uang dalam bentuk dolar pada tiga Tabungan NISP Dollar bernomor rekening 330-131-00555-8 atas nama Sugiarto Wiharjo.

Dalam amar putusan juga dijabarkan 10 mobil yang ditetapkan dirampas untuk negara yakni satu unit Honda Elysion jenis Station Wagon, satu unit Honda Jeep CRV, satu unit Kijang Innova, dua unit Honda Accord, tiga unit Honda Jazz, satu unit Honda City, dan satu unit Isuzu Turbo.

Beberapa aset berupa tanah milik kedua terpidana sempat dilakukan kali lelang beberapa kali namun tidak ada yang berminat memiliki aset tersebut, karena kemungkinan nilai aset yang dilelang terlalu mahal.

Sumber di Kejati Lampung membenarkan, beberapa hari setelah Alay dilakukan pengkapan, bagian Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) datang ke Kejati Lampung untuk kembali menelusuri aset milik kedua buronan tersebut. 
"Kemarin kan mereka datang ke sini, kalau nggak salah Senin, mereka sekaligus melacak aset Alay dab Satono yang ada di Lampung Timur," katanya.  

Menanggapi hal ini, Kajati Lampung Susilo Yustinus melalui Asisten Pidana Khusus Andi Suharlis mengatakan, pihaknya akan menggali informasi dari semua sumber termasuk data dan dokumen berkas perkara sebagai pedoman untuk mereview aset yang telah disita.

Febi Herumanika



Berita Terkait



Komentar