#hamawereng#lamsel#beritalampung

Ini Penyebab Terjadinya Serangan Hama Wereng

( kata)
Ini Penyebab Terjadinya Serangan Hama Wereng
Salah satu pegawai Dinas Pertanian, Perkebunan dan Hortikultura Lampung Selatan saat menunjukkan batang padi yang dipenuhi hama wereng di areal Sawah Desa Bandanhurip, Kecamatan Palas, Lamsel, Senin (10/6/2019). (Foto:Lampost/Armansyah)


KALIANDA (Lampost.co)--Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) Kecamatan Palas-Sragi, Lampung Selatan, Sumaryoni menyebutkan banyak faktor yang menyebabkan terjadinya serangan hama wereng dilahan pertanian, seperti di areal Lahan Kecamatan Palas, Lamsel. 

"Banyak faktor yang bisa munculnya serangan hama wereng. Serangan awal hama wereng ini sulit untuk diketahui petani. Sebab, hama wereng ini menyerang batang tanaman padi bagian bawah. Sehingga petani harus teliti melihatnya," kata dia usai memantau serangan hama wereng di Desa Bandanhurip, Senin (10/6/2019).

Sumaryono mengatakan salah satu penyebab terjadinya serangan hama wereng karena penggunaan pestisida tak terkendali, kurang memperhatikan jarak tanam, tanam yang tidak serempak dan lain lain. 

Berikut penyebab terjadi serangan Hama Wereng :

1. Pola tanam tidak serempak
Tanam tidak serentak berpotensi munculnya hama wereng karena siklus wereng tidak berhenti dan akan terus berkembang dari sawah satu kesawah lainnya.

2 Penggunaan Varietas padi
Usahakan pemilihan varietas berbeda di setiap musim tanam.

3. Jarak tanam
Penggunaan jarak tanam yang rapat berpotensi hama wereng berkembangbiak dengan baik. Jarak tanam yang dianjurkan bisa menggunakan jarak tanam jajar legowo karena sinar matahari bisa masuk ke sela sela rumpun padi.

4. Penggunaan Pestisida yang tidak bijak
Penggunaan pestisida kimia yang tidak bijak bisa menyebabkan hama wereng, karena hama wereng akan menjadi kuat atau resisten terhadap bahan kimia dari pestisida tersebut.

5. Tidak melakukan Eradikasi
Eradikasi atau pemusnahan secara total  bekas tanaman padi sangat diperlukan untuk lahan pertanian yang sudah terserang hama wereng sebelumnya. Sebab, jika tidak dilakukan pumusnahan total, maka virus dan sisa telur yang masih tertinggal akan berkembang.

Armansyah







Berita Terkait



Komentar