#pasien#terlantar#RSUDAM

Ini Penjelasan RSUDAM Terkait Pasien Telantar

( kata)
Ini Penjelasan RSUDAM Terkait Pasien Telantar
Direktur Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM) Lampung Dr. Pad Dilangga. Foto: Lampost.co/Andi Apriadi

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Direktur Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM) Lampung Dr. Pad Dilangga menjelaskan, pasien M Rezki Meidiansori masuk ke ruang IGD, pada Minggu, 9 Februari 2020, pukul 06.36 WIB.

"Pasien ini rujukan dari RSUD Bob Bazar dengan diagnosa, DHF ( Demam Berdarah), gastro enteritis akut( Diare ), Hepatitis (Infeksi Hati). Kondisi pasien sakit berat, gelisah, sesak nafas dirawat di ruang

Berita Terkait: 

Gubernur Siapkan Sanksi Bila RSUDAM Terbukti Telantarkan Pasien

RSUDAM Diminta Klarifikasi Soal Kematian Pasien DBD

BPJS Akan Konfirmasi ke RSUDAM Soal Dugaan Lambat Penanganan Pasien

HCU (ruang rawat dengan perhatian penuh) di IGD RSUDAM," jelasnya saat ditemui di RSUDAM, Selasa, 11 Februari 2020.

Menurut Pad, pihaknya sudah melakukan  penatalaksanaan sesuai dengan kondisi pasien dan dikonsulkan ke Dr Riki. Lalu mendapatkan rencana terapi transfusi darah lengkap 2 kantong, transfusi trombosit 10 kantong, dan diobservasi secara ketat.

"Sekitar pukul 17.00 WIB visit Dr Riki mengatakan, kondisi pasien masih sakit berat gelisah, kontak inadekuat dan terapi dilanjutkan, pada Senin, 10 Februari 2020, pukul 03.00 WIB, pasien alih rawat keruangan Bougenvile terapi dilanjutkan terapi tranfusi dilanjutkan sesuai intruksi," kata dia.

Lanjut Pad, kemudian dilakukan visit oleh Dr Riki di Diagnostic DHF (demam berdarah) dengan ensefalopati, sepsis ( infeksi berat) disertai Uremia dan asma Eksaserbasi.

"Lalu Dr Riki melakukan edukasi kepada keluarga pasien bahwa kondisi yang bersangkutan sangat serius dan rencana akan dipindahkan keruangan rawat khusus penyakit dalam ( sesuai dengan keahlian DPJP)," ujarnya.

Ia mengatakan, sekitar pukul 16.00 WIB, pasien ditransfer keruang Nuri dengan oksigen terpasang didampingi dua petugas. Sesampai di depan kamar ruang Nuri sudah ditunggu oleh perawat untuk tatalaksana selanjutnya.

"Tetapi pasien mendadak kejang dan perawat segera melakukan tindakan tetapi keluarga pasien tiba-tiba marah memegang dan memukul petugas serta mencabut selang oksigen yang masih terpasang dipasien," terangnya.

Dia menambahkan, sehingga mengganggu proses penanganan kegawat daruratan pasien tersebut yang berakibat pasien tersebut tidak tertolong, dan pasien dinyatakan meninggal dan dibawa kerumah duka dengan menggunakan mobil jenazah RSUDAM.

"Selain itu keluarga pasien melakukan tindakan tidak terpuji dengan merusak fasilitas Rumah Sakit diruangan tersebut," tandasnya.

Setiaji Bintang Pamungkas



Berita Terkait



Komentar