#beritalampung#beritalamtim#narkoba

Ini Penjelasan Polres Lampura Terkait Pengedar Sabu Yang Meninggal Usai Ditangkap

( kata)
Ini Penjelasan Polres Lampura Terkait Pengedar Sabu Yang Meninggal Usai Ditangkap
Sat Narkoba Polres Lampung Utara menggelar konferensi pers atas meninggalnya salah seorang pengedar narkoba yang juga residivis berinisial RD (52), warga Kelurahan Kotaalam di Mapolres setempat, Rabu, 19 Oktober 2022. Lampost.co/Hari Supriyono


Kotabumi (Lampost.co): Polres Lampung Utara memberikan penjelasan terkait adanya salah seorang pengedar narkoba yang juga residivis berinisial RD alias Kemong (52) yang meninggal dunia dengan menggelar konferensi pers di halaman Mapolres setempat, Rabu, 19 Oktober 2022.

Kasat Narkoba Polres Lampung Utara AKP Made Indra yang didampingi Kasi Humas AKP Zulkarnain menjelaskan kasus berawal dari penangkapan 2 pelaku pengedar narkoba yakni berinisial ES (35) dan J (40), warga Tulung Mili, Kotabumi, pada Rabu, 12 Oktober 2022 sekitar pukul 22.00 WIB dengan mengamankan barang bukti sabu seberat 13,40 gram.

Kemudian setelah dilakukan pendalaman kepada kedua pelaku, bahwa sabu-sabu tersebut didapatkan dari pelaku RD (meninggal dunia). 

"Setelah mendapatkan informasi dari kedua pelaku, Tim Opsnal langsung melalukan penggerebekan di kediaman pelaku RD di Kotaalam dengan disaksikan oleh ketua RT setempat serta keluarga pelaku," ujarnya.

Baca juga:  Polda Lampung Razia Truk ODOL

"Setelah dilakukan penggeledahan di rumah pelaku RD, petugas hanya mendapatkan barang bukti plastik klip, timbangan digital, bong, dan ponsel. Kemudian pelaku kita ditangkap dan kita amankan ke Polres Lampung Utara guna dilakukan pemeriksaan," lanjutnya.

Sesampainya di Polres Lampung Utara, lanjut Made, pelaku dilakukan introgasi selesai sekitar pukul 02.00 WIB dini hari. Selanjutnya dititipkan ke tahanan ke petugas piket.

"Kemudian pada esok, pagi harinya sekitar pukul 09.00 WIB, tim dari penyidik menuju ke tahanan melakukan untuk pemeriksaan. Namun pada saat di ruang tahanan bertemu dengan anngota piket menyampaikan bahwa RD mengalami keram," ujarnya.

Selanjutnya pihaknya meminta bantuan kepada dokter dan perawat dari Urdokes Polres Lampung Utara untuk mengecek dan melakukan pemeriksaan terhadap RD. "Karena kondisi terhadap pelaku semakin parah, dan malah kejang setengah badan sehingga dirujuk ke Rumah Sakit Ryacudu, namun nyawa RD tidak bisa diselamatkan," kata dia.

AKP Maden menambahkan pihak kepolisian telah menawarkan autopsi kepada keluarga RD, namun dari pihak keluarga sampai saat ini menolak dengan alasan masih berduka.

"Untuk biaya ditanggung negara dan Polres Lampung Utara," ujarnya.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Lampung Utara AKP Zulkarnaen menyampaikan pihaknya bekerja secara profesional sesuai fakta yang ada. Terkait dengan isu atau pun tanggapan masyarakat bahwa ini ada peristiwa lain yang dilakukan anggota Polres Lampung Utara, dipastikan itu adalah tidak benar.

"Kami berharap kepada masyarakat apabila mengetahui ada suatu berita yang belum jelas, tolong diklarifikasi terdahulu agar tidak menimbulkan persepsi yang tidak baik," ujarnya.

Adi Sunaryo








Berita Terkait



Komentar