#beritalampung#beritabandarlampung#kriminal

Ini Modus Yang Dipakai Para Perampok BRILink dan Minimarket di Lampung

( kata)
Ini Modus Yang Dipakai Para Perampok BRILink dan Minimarket di Lampung
Pelaku saat digiring anggota Satreskrim Polresta Bandar Lampung. Lampost.co/Putri Purnama


Bandar Lampung (Lampost.co): Jajaran Satreskrim Polresta Bandar Lampung berhasil meringkus komplotan perampok BRILink dan minimarket di wilayah hukum Polda Lampung.

Pelaku yakni IT (33) warga Kelurahan Gunungterang, Tanjungkarang Barat, dan RK (30) warga Kelurahan Kuripan, Telukbetung Utara yang diamankan di kediamannya masing-masing. 

Kapolresta Bandar Lampung, Kombes Pol Ino Haryanto mengatakan pelaku melakukan aksinya menggunakan senjata api jenis revolver untuk mengancam para korbannya.

Baca juga:  256 Rumah di Lampura Rusak Akibat Angin Kencang

"Mereka ini yang melakukan pencurian di BRI Link Tanjungsenang pada 14 November 2022 pukul 18.30 WIB," kata Ino saat konferensi pers di Mapolresta Bandar Lampung, Senin, 21 November 2022.

Ino mengatakan, setiap melakukan aksi kedua perampok itu membawa senjata api untuk menakut-nakuti korbannya. Bahkan, senjata api tersebut memiliki amunisi aktif.

"Kami juga amankan senjata api jenis revolver dari tangan perampok ini, tapi belum pernah ditembakkan kepada korban," ujar dia. 

Berdasarkan hasil pemeriksaan, para pelaku melakukan perampokan dengan modus pura-pura akan menarik uang tunai dengan nominal hingga puluhan juta rupiah. 

"Awalnya IT ini tanya apakah bisa tarik tunai hingga Rp10 juta, ketika karyawan mengatakan ada, IT menjemput RK dan kembali ke BRILink itu lagi dan langsung melakukan aksinya bersama," kata Ino.

Dari tangan pelaku petugas bergasil menyita barang bukti berupa satu unit motor honda Vario dengan nomor polisi BE 2290 AAW, sepucuk senjata api, uang tunai sebesar Rp4 juta, dua buah STNK, dan satu stel pakaian yang digunakan saat melakukan aksi. 

"Semuanya saat ini dibawa dan diamankan oleh Polresta Bandar Lampung dibackup oleh Direskrimum Polda Lampung," ujar Ino. 

Atas perbuatannya, kedua pelaku dikenakan pasal 365 KUHPidana tentang pencurian dengan kekerasan dengan ancaman maksimal 9 tahun penjara. 

Adi Sunaryo








Berita Terkait



Komentar