#gakkumdu#pemilu2019

Ini Keterangan Terlapor Dugaan Pelanggaran Pemilu Dihadapan Gakkumdu

( kata)
Ini Keterangan Terlapor Dugaan Pelanggaran Pemilu Dihadapan Gakkumdu
Foto: Lampost.co/Ahmad Sobirin


PANARAGAN (Lampost.co) -- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) melalui Tim Sentra Penegakan hukum terpadu (Gakkumdu) Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba), hari ini (Jumat, 9/11/2018) menerima keterangan dari dua terlapor dugaan pelanggaran pemilihan umum (Pemilu) di Kecamatan Gunungagung.

Selain terlapor, atas nama Rubiono dan Sumani, turut dimintai keterangan, Yani selaku kepala Tiyuh Tunasjaya, Kecamatan Gunungagung Kabupaten Tubaba, untuk memberikan klarifikasi dihadapan tiga orang Tim Gakkumdu yang terdiri dari unsur Bawaslu, polisi dan Kejaksaan Negeri Menggala, di lantai atas gedung sekretariat Bawaslu Tubaba jalan raya Candramukti, Kecamatan Tulangbawang Tengah.

Mereka diminta memberikan keterangan (klarifikasi) satu persatu terkait adanya laporan dugaan pelanggaran pemilu berupa pembagian beras bantuan sosial kepada masyarakat di lingkungan RT 16 Dusun III Tiyuh Tunasjaya yang didalamnya terdapat stiker dan kalender bergambar calon legislatif (caleg) nomor urut empat atas nama Rubiono dari partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) pada 30 September 2018 yang kemudian dilaporkan kepada Bawaslu oleh Gunawan Ari Tantaka caleg Partai Demokrat Dapil 3, Kecamatan Way Kenanga dan Gunungagung, sebagai dugaan pelanggaran Pemilu pada 2 November 2018.

Usai mendengarkan keterangan dari kedua terlapor, Ketua Bawaslu Midiyan didampingi oleh tiga orang Tim Gakkumdu, yang terdiri dari jaksa Farid, IPDA Benny Irawan, dan Sukirman Hadi serta anggota komisioner Bawaslu Holdin Hasan memberikan keterangan bahwa Rubino, tidak merasa memberikan atau menyuruh membagikan beras tersebut, dan kepala Tiyuh (Tunasjaya) mengakui memang beras tersebut biasa dibagikan saat ada jatah dari Bulog atau Dinas Sosial kepada masyarakat melalui RT, namun soal dibawah dia tidak tahu," kata Midiyan Kamis (8/11/2018).

Sementara itu pengakuan dari, Sumani ketua RT setempat, mengatakan saat hari pembagian beras tersebut kepada warga, dirinya sedang tidak berada di rumah dan diakuinya bahwa yang membagikan beras seberat kurang lebih 2 kilogram tersebut adalah istrinya yang bernama Sutarti.

"Yang membagikan itu istri, saat pembagian beras tersebut edang mengambil upah kerja di perkebunan HTI sebagai buruh tani," kata dia.

Sementara itu, pihak Gakumdu sangat menyayangkan ketidakhadiran saksi pelapor atas nama Nirmala Sari yang tidak hadir saat diberikan surat panggilan pertama pada, Rabu (7/11/2018) kemarin oleh pihak Bawaslu untuk memberikan kesaksiannya di hadapan Tim Gakkumdu.

"Saksi pelapor tetap akan kami lakukan pemanggilan kedua, ketiga sekaligus akan kami datangi kerumahnya supaya masalah ini klir dengan jelas," kata dia.

Ahmad Sobirin







Berita Terkait



Komentar