#listrik

Ini Keringanan Listrik bagi Pelanggan Pra dan Pascabayar

( kata)
Ini Keringanan Listrik bagi Pelanggan Pra dan Pascabayar
Ilustrasi. Foto MI/Panca Syurkani

Jakarta (Lampost.co) -- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah mengatur mekanisme keringanan tarif listrik selama tiga bulan (April-Juni) bagi dua golongan pelanggan rumah tangga yang terdampak pandemi covid-19. Keringanan diberikan kepada golongan 450 volt amphere (VA) dan 900 VA subsidi yang terbagi dalam dua jenis pelanggan, yakni reguler atau pascabayar yang pembayarannya dilakukan pada bulan selanjutnya serta pelanggan prabayar atau pengguna token listrik.

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Rida Mulyana menjelaskan untuk pelanggan prabayar 450 VA mekanismenya akan digratiskan atau tidak ada tagihan listrik sesuai dengan pemakaian daya. Sementara untuk prabayar 450 VA juga akan digratiskan.

PT PLN (Persero) telah memiliki profil data penggunaan atau pemakaian listrik bulanan. Ia menyebut ini akan dihitung berdasarkan data pemakaian paling tinggi dalam rata-rata tiga bulan terakhir.

"Jadi di April tidak harus belanja listrik, tapi diberikan kilowatt per hour (kWh) sesuai penggunaan maksimum tiga bulan terakhir," kata Rida dalam virtual konferensi pers, Rabu, 1 April 2020.

Sedangkan untuk pelanggan pascabayar 900 VA akan diberikan diskon 50 persen pada saat pembayaran di bulan berikutnya untuk tagihan penggunaan listrik  bulan ini. Misal, penggunaan listrik pada April akan dibayarkan di awal Mei.

Sementara untuk pelanggan prabayar 900 VA, diskon akan diberikan dalam bentuk gratis daya listrik (token) 50 persen dari penggunaan tertinggi dari perhitungan rata-rata tiga bulan terakhir. "Jadi intinya kedua golongan pelanggan ini tidak belanja listrik sebagaimana bulan sebelumnya. Yang 450 VA gratis dan 900 VA bayar setengah. Berlaku tiga bulan ke depan," katanya.

Dia mengatakan jika dalam perkembangannya masih dibutuhkan keringanan karena pandemi yang belum berakhir, tidak menutup kemungkinan pemerintah memperpanjang pemberian insentif ini.

Dalam kesempatan yang sama Direktur Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan Hendra Iswahyudi mengatakan untuk pelanggan prabayar atau pengguna token, PLN sebenarnya telah memiliki pengalaman memberikan kompensasi pada saat terjadinya blackout (pemadaman) di tahun lalu. Menurut dia, sudah ada aplikasi pencatatan untuk pemberian kompensasi tersebut.

Artinya masing-masing identitas (ID) pelanggan telah terekam dalam database PLN. Misalnya pelanggan dalam tiga bulan terakhir pemakaiannya 100 kWh, maka secara otomatis akan dapat pembebasan 100 kWh atau diskon 50 persen dari 100 kWh tersebut.

"Jadi saya rasa sudah cukup valid diimplementasikan pada saat blackout. Jadi masing-masing konsumen tinggal masukkan ID pelanggan saja, nanti dia sudah langsung click untuk dapat voucher," ujarnya.
 
Rida menambahkan pihaknya akan menyiapkan sosialisasi tentang penggunaan aplikasi tersebut agar para pengguna token tidak bingung untuk mendapatkan keringanan listrik.

Medcom



Berita Terkait



Komentar