#korupsi#metro

Ini Kegiatan DLH Kota Metro 2020 yang Diusut Kejari

( kata)
Ini Kegiatan DLH Kota Metro 2020 yang Diusut Kejari
Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Metro, Yerry Noer Kartiko saat ditemui di ruang kerjanya. Lampost.co/Bambang Pamungkas


Metro (Lampost.co) -- Kegiatan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Metro yang menjadi sorotan dan dugaan adanya tindak pidana korupsi (Tipikor) di tahun 2020 mulai terkuak.

Mulai dari pengelolaan sampah, penarikan retribusi, perawatan suku cadang, dan bahan bakar minyak yang saat ini sedang disoal oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Metro.

Sekretaris DLH Kota Metro, Yerry Noer Kartiko mengatakan, program yang ada di bidang Kebersihan dan Pengelolaan Sampah yang dilaksanakan tahun 2020 yang sedang menjadi sorotan.

"Selain anggaran rutin tadi, ada satu lagi terkait dengan kegiatan fisik yang di TPAS. Tapi PPTK nya bukan Kepala UPT TPAS melainkan Pak Erfano. Itu yang menjadi sorotan tahun 2020," kata dia, Senin, 14 Maret 2022.

Dia menjelaskan, untuk penunjukan PPTK itu tidak ada yang dipermasalahkan.

"PPTK itu keputusan kadisnya. Mau dibantu oleh siapa tidak ada masalah. Namun, untuk yang disoal kali ini kan masih dugaan. Namanya dugaan itu kan harus dibuktikan. Nah, untuk membuktikannya maka dipanggil para saksi-saksi oleh Kejari dan dokumen serta semua pihak yang ada di kegiatan tersebut dimintai keterangan," ujarnya.

Dia menjelaskan, untuk saksi-saksi yang diminta keterangan selain dirinya ada juga rekan lainnya yang telah dimintai keterangan.

"Untuk yang di panggil dari Dinas LH ya, Pak kadis, saya, pak Dedy, Erfano, mas Singgih bendahara, Khairul Anung itu diproses penyidikan. Pihak ketiga ada juga, semua pasti dimintai keterangan. Oh iya, kepala UPT TPAS juga," ujarnya.

Yerri mengungkapkan, setelah adanya proses penyidikan ini jelas pihaknya masih menunggu hasil selanjutnya.

"Ini kan masih diduga dan tinggal dilihat apakah terdapat bukti secara sah dan meyakinkan terjadi tindakan melawan hukum atau ketidaksesuaian dengan hukum atau pelanggaran korupsi atau yang lainnya," ungkapnya.

Sementara itu, Kasi di Bidang Kebersihan dan Pengelolaan Sampah, Erfano yang ditunjuk sebagai PPTK kegiatan tersebut enggan untuk memberikan komentar.

"Iya saya tidak berani kasih komentar apa apa dulu sekarang. Ya, banyak yang diperiksa tapi saya ga bisa sebutin, saya takut ada kesalahan kalau ikut berkomentar," kata dia.

Saat ditanya soal kegiatan tersebut dia juga lebih memilih bungkam. "Ya kalau kerjaan ga taulah, kalau PPTK kan hanya mengurusi administrasi. Ada lah kegiatan, kalau administrasi clear. Yang jelas itu, saya ga berani komentar," ungkapnya.

Dia menyebut, untuk kegiatan tersebut tidak hanya dirinya saja yang terlibat. "Kalau administrasi ya sesuai aturan lah. Saya kerja kan ga saya doang. Ada pimpinan, nanti yang atas ngomongnya apa saya ngomongnya apa jadinya takut polemik. Kalau udah diperiksa begitu saya mikirin diri saya sendiri dulu ga mikirin yang lain," kata dia.

Winarko







Berita Terkait



Komentar