#sidang#feeproyek#lamsel#beritalampung#namabaru

Ini Fakta Baru Soal Korupsi Fee Proyek Lampung Selatan

( kata)
Ini Fakta Baru Soal Korupsi Fee Proyek Lampung Selatan
Barang bukti yang disita dari Nanang Ermanto. (Foto:Lampost/Febi)

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Jaksa Penuntut Umum KPK membuka fakta baru dipersidangan kasus fee proyek Lampung Selatan dengan terdakwa atas nama Gilang Ramadhan, Direktur PT Prabu Sungai Andalas. Fakta itu terungkap saat jaksa menayakan kepada saksi Nanag Ermanto di persidangan, Rabu (14/11/2018).

Di persidangan Jaksa menunjukkan ada secarik kertas bertuliskan  beberapa nama dan didalam kertas itu juga menyebutkan nama Sjachroedin ZP manatan Gubernur Lampung, Kemunculan nama nama itu lantaran KPK menemukan kertas dari kantor Plt Bupati Lampung Selatan (Lamsel) saat terjadinya penggeledahan oleh tim KPK pada bulan Juli silam. 

Dalam secarik kertas itu memuat 16 nama. Tertulis nama Akar, Wirham, Edi Firnandi, Bu Fauziah, Dulkahar, Setiawan, Darmawan, Isroni, Rodi, Erlan, Burhan, Ariswandi, Untung, Syamsiah, Herman dan Jimmy.

Tertulis juga, Agus BN - 1 Koper. Dan setelah itu ada kalimat yang berbunyi, sebelum pelantikan, Agus BN dipanggil Syachrodin di rumah. Dibawain uang 1 koper. Yang masuk ke rumah Pak Syachrodin Agus BN dan Akar.

Saat itu ditanyakan, Nanang Ermanto mengaku tidak tahu menahu soal makna secarik kertas itu. Dia pun menyebut, tidak tahu siapa yang membuat kertas itu di dalam ruangannya. "Catatan itu bukan milik saya pak jaksa. Saya tidak tahu menahu soal itu," ujarnya.

 

Febi Herumanika



Berita Terkait



Komentar