#Covid-19#Omicron

Ini Beda Omicron dan Delta Menurut Akademisi Unila

( kata)
Ini Beda Omicron dan Delta Menurut Akademisi Unila
Ilustrasi Omicron. ANTARA/Pavlo Gonchar/SOPA Images via Reuters/Sipa USA/pri


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Ada perbedaan mencolok antara varian baru Omicron dan jenis covid-19 Delta yang ditemukan pada Juli dan Agustus 2021 silam. 

Akademisi Fakultas Kedokteran Universitas Lampung (Unila), Evi Kurniawaty menjelaskan, keluhan yang dialami pasien Omicron rata-rata hanya bergejala ringan dan sedang. Tetapi tingkat penularannya 70 kali lipat dibanding varian Delta. 

Meskipun begitu, kata dia, dua pasien Omicron yang meninggal dalam beberapa waktu terakhir lebih disebabkan komorbid dan komplikasi. 

"Ada yang sesak dan berakhir kematian karena sudah lanjut usia (Lansia), yakni berumur 64 tahun. Dia memiliki hipertensi dan penyakit ginjal," katanya, Jumat, 28 Januari 2022.

Baca: Omicron Dinilai Lebih Mengancam Anak-anak

 

Evi menjelaskan, penularan Omicron biasanya digejalai pilek, kelelahan, bersin-bersin, sakit kepala, dan sakit tenggorokan. Sedangkan gejala Delta adalah demam, sakit kepala, pilek, anosmia, dan sakit tenggorokan.

Sedangkan untuk pencegahannya, Evi menyebut masih sama. Yakni mematuhi protokol kesehatan (Prokes) dengan melaksanakan 5M, yakni memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas. 

"Dan juga melengkapi vaksinasi, terutama vaksin booster untuk meningkatkan imunitas tubuh," kata dia.

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar