#Demokrat#SBY

Ingkari Nilai Demokrasi, SBY Disebut Mulai Ditinggalkan Sahabatnya

( kata)
Ingkari Nilai Demokrasi, SBY Disebut Mulai Ditinggalkan Sahabatnya
Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Antara/Hafidz Mubarak


Jakarta (Lampost.co) -- Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) disebut sudah ditinggalkan para sahabatnya. Sebab, mantan Ketua Umum Partai Demokrat itu dinilai telah mengingkari nilai demokrasi yang selama ini menjadi ciri khas partai.

"Tak ada satu pun sahabat SBY yang mau membela autokrasi dan keluargaisme SBY di Demokrat," kata juru bicara Partai Demorkat kubu Moeldoko, M. Rahmad, dalam keterangan tertulis, Selasa, 23 Maret 2021.

Kubu Moeldoko menyebut pembela SBY dan anaknya, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), adalah orang yang tidak paham sejarah partai. Mereka bahkan dituding pihak yang antidemokrasi.

Menurut dia, sudah menjadi rahasia umum kebijakan Partai Demokrat dipegang keluarga Cikeas. Hal itu terlihat berdasarkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) hasil Kongres ke-V Partai Demokrat pada 2020. 

Dalam Pasal 17 ayat (6) AD/ART Partai Demokrat, majelis tinggi diberikan kewenangan mengambil keputusan strategis partai. Di antaranya, menentukan calon presiden dan wakil presiden, calon ketua atau pimpinan DPR, calon anggota legislatif pusat, calon koalisi pada pemilihan presiden (pilpres), dan lain sebagainya.

"SBY penguasa tunggal dalam Demokrat," sebut dia.
 
Rahmad mencibir aturan tersebut. AD/ART tersebut dianggap sangat tidak demokratis. 

"Katanya pejuang demokrasi, kok arahnya autokrasi dan otoriter?" ujar dia.
 

Winarko







Berita Terkait



Komentar