#limbahmedis#covid-19

Informasi Pengelolaan Sampah Medis Warga Isoman Minim

( kata)
Informasi Pengelolaan Sampah Medis Warga Isoman Minim
Ilustrasi sampah medis. Medcom.id/Mohamad Rizal


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Warga yang sedang menjalani masa pemulihan atau isolasi mandiri (isoman) covid-19 di rumah lebih memilih mengelola sendiri sampah medis yang dihasilkan. Pasalnya, mereka tidak mendapatkan arahan pengelolaan limbah baik secara individual maupun kolektif selama isoman. 

 Warga Kelurahan Sepangjaya, Kecamatan Labuhanratu, Kota Bandar Lampung, Nilam, mengaku mengatur sampah medisnya secara mandiri ketika menjalani isoman beberapa waktu lalu.  

"Sewaktu isoman, tempat sampah untuk membuang masker dan tisu yang saya pakai disiapkan khusus, tidak campur dengan sampah rumah tangga," ujarnya, Minggu, 5 September 2021.  

Baca: Timbunan Limbah Medis Lampung Capai 104 Ton

 

Bahkan, kata dia, pengelolaan secara khusus itu dilakukan setelah dinyatakan negatif covid-19. Ia membakar setiap sampah medis yang dihasilkan agar tidak berdampak pada lingkungan sekitar. 

"Setelah 15 hari selesai isoman langsung dibakar agar tidak membahayakan orang lain," kata dia.  

Berbeda dengan pengakuan Hakim, warga Kelurahan Gunungterang, Kecamatan Langkapura. Sampah medis yang ia dapat dari orang tuanya ketika menjalani isoman hanya dibuang ke dalam tempat sampah.  

"Tidak ada arahan atau informasi dari petugas. Jadi, kami buang gitu saja di tempat sampah campur dengan sampah rumah tangga," kata dia. 

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandar Lampung, Edwin Rusli mengimbau agar warga memisahkan limbah rumah tangga dengan medis.  

"Sebab penanganan limbah medis berbeda dengan biasa," ujarnya. 

Selain dipisah, lanjut dia, limbah medis khususnya masker harus terlebih dahulu dirusak sebelum dibuang agar tidak dapat disalahgunakan. 

"Lebih baik dipotong dahulu atau dirusak sehingga tidak bisa dipakai kembali oleh orang lain, takutnya dibersihkan lalu digunakan seperti biasa," kata dia. 

Edwin menyebut, sampai saat ini belum ada alat pengelolaan limbah medis warga isoman secara khusus di Kota Bandar Lampung. Akan tetapi, ia mengaku terus mengedukasi seluruh warga dalam pengelolaan limbah medis dari rumah.   

"Sekarang kami belum ada pengelolaan khusus untuk limbah medis warga Isoman itu, tetapi semoga warga bisa paham bahwa limbah medis tidak boleh dicampur dengan limbah rumah tangga biasa," ujar dia. 

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar