#ekonomi#inflasi

Inflasi Lampung pada Oktober 2020 Capai 0,21 Persen

( kata)
Inflasi Lampung pada Oktober 2020 Capai 0,21 Persen
Kepala BPS Lampung, Faizal Anwar. Dok BPS Lampung


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Badan Pusat Statistik (BPS) Lampung mencatat pada Oktober 2020, indeks harga konsumen (IHK) meningkat dari 105,32 pada September 2020 menjadi 105,54 pada Oktober 2020. Dengan demikian, Lampung mengalami inflasi 0,21 persen.

Berdasarkan penghitungan inflasi tahun kalender (point to point) pada Oktober 2020 terjadi inflasi 1,21 persen, sedangkan inflasi year on year (yoy) Oktober 2020 terhadap Oktober 2019 adalah 1,60 persen.

Dari sebelas kelompok pengeluaran, sepuluh kelompok pengeluaran mengalami inflasi, yaitu kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya 0,73 persen; kelompok makanan, minuman, dan tembakau 0,55 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya 0,12 persen; dan kelompok transportasi 0,11 persen.

Selanjutnya kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga 0,08 persen; kelompok kesehatan 0,06 persen; kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan; dan kelompok pendidikan masing-masing 0,02 persen; diikuti kelompok pakaian dan alas kaki; dan kelompok penyediaan makanan dan minuman restoran masing-masing 0,01 persen. 

"Sebaliknya, kelompok perumahan, air listrik, gas dan bahan bakar mengalami penurunan indeks harga deflasi 0,06 persen," kata Kepala BPS Lampung, Faizal Anwar, Senin, 2 November 2020.

Dari dua kota pemantauan di Lampung pada Oktober 2020, Bandar Lampung mengalami inflasi 0,23 persen dan Metro 0,05 persen. Inflasi Bandar Lampung menempati peringkat ke-28 dan Metro peringkat ke-57 dari 90 kota yang diamati perkembangan harganya.

"Kelompok makanan, minuman dan tembakau memberikan andil inflasi tertinggi, yaitu 0,16 persen. Adapun subkelompok yang menjadi penyumbang inflasi tertinggi pada Oktober 2020 adalah subkelompok makanan yaitu 0,16 persen," ujarnya.

Muharram Candra Lugina







Berita Terkait



Komentar