kpbojkkeuangan

Industri Asuransi Fasilitasi Program KPB

( kata)
Industri Asuransi Fasilitasi Program KPB
Salah satu perwakilan anggota Kartu Petani Berjaya menerima klaim AUTSK oleh Kepala OJK provinsi Lampung, Bambang Hermanto, Selasa 8 Desember 2020 di Pringsewu. / Dokumen OJK


BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung Bambang Hermanto menegaskan berbagai industri keuangan di Lampung mendukung kartu petani berjaya (KPB).
"Tak hanya sektor perbankan, asuransi juga berperan aktif dalam menyediakan program asuransi mikro, yaitu AUTP (Asuransi Usaha Tani Padi) bagi petani yang terdaftar dalam  KPB," kata Bambang Hermanto, Selasa 8 Desember 2020.

Pemerintah Provinsi Lampung juga, tambah dia, menyediakan kuota subsidi untuk premi swadaya dari AUTP sehingga bisa mendapatkan kenyamanan dalam menjalankan kegiatan usaha tani melalui pengalihan risiko melalui program AUTP.

Adapun penyerahan dengan penyelesaian klaim asuransi usaha tani padi untuk Poktan tunggul sari I sebesar Rp10,38 juta per 1.73 hektar, Poktan rukun sakti sebesar Rp49,5 juta per 8.25 ha, Poktan tunggul sari II sebesar Rp42,6 juta per 7.1 ha, Poktan rukun sentosa sebesar Rp31,5 juta per 5.25 ha.

Kemudian, ada penyelesaian klaim asuransi usaha ternak sapi/kerbau 2020 diwakili 6 kelompok antara lain Kelompok ternak karya tani sebesar Rp7 juta, Kelompok ternak sedio makmur sebesar Rp6,5 juta, Tani manunggal sebesar Rp7,5 juta, Bumdes maktab makmur Rp7,5 juta, Suka maju 2 sebesar Rp6,1 juta dan Siap makmur Rp5 juta.

"Program ini diharapkan dapat mendukung program hulu-hilir pertanian sebagai langkah dalam meningkatkan kesejahteraan petani untuk dapat merealisasikan kembali kejayaan petani.  Melalui program ini setiap petani dapat lebih mudah dalam mendapatkan bantuan benih, pupuk dan permodalan," ungkapnya.

Selain itu juga industri perbankan dan asuransi siap membantu dan memastikan penyaluran KUR Tani dan kemudahan proses pembayaran premi atau pengajuan klaim sehingga petani mendapat distribusi dengan tepat jumlah, tepat jenis, tepat waktu, tepat tempat, tepat mutu dan tepat harga.
 

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar