#indukan#perikanan#kemarau

Indukan Ikan di Pringsewu Berkurang 5% Selama Kemarau

( kata)
Indukan Ikan di Pringsewu Berkurang 5% Selama Kemarau
Kondisi kolam pembenihan ikan yang masih memiliki swdikit air, sehingga bisa di manfaatkan untuk menyelamatkan indukan. Dok.

Pringsewu (Lampost.co) -- Guna menjaga kelestariam indukan ikan.air tawar di musim kemarau, Dinas Perikanan Pringsewu menyelamatkan berbagai jenis induk ikan yakni nila, mas, lele, patin, dan gurame.

Sejak mengalami kekeringan, bendungan Way Tebu yang selama ini menjadi sumber air pemasok kolam rakyat saat ini masih dalam rehabilitasi, sehingga tidak bisa lagi di andalkan.

Kepala Dinas Perikanan M. Jusuf Selasa, 12 November 2019 menyatakan jika indukan ikan air tawar tidak diselamatkam akan kehilangan indukan.

M. Jusuf mengatakan semenjak musim kemarau sekitar 5 persen babon ikan/indukan mengalami kematian. "Penyelamatan indukan ini merupakan antisipasi agar indukan ikan air tawar tetap ada," ungkapnya.

Dia menambahkan penyelamatan indukan ikan air tawar dilakukan dengan cara memindahkan indukan dari kolam yang terancam kekeringan ke kolam masih kecukupan air atau ke balai benih ikan di dekat kantor Dinas Perikanan.

Menurut dia, adapun indukan ikan yang berhasil diselamatkan: induk ikan Nila Merah sekitar 170 ekor, Nila Sultana 150 ekor (bobot berat 6-7 ons per ekor). Kemudian induk lele Sangkuriang 150 ekor (7 ons - 1 kg per ekor), ikan Mas Majalaya 100 ekor (7 ons - 2 kg per ekor), Gurame 50 ekor (2 - 3 kg per ekor) serta induk ikan Patin 50 ekor dengan bobot berat 1 kg per ekor.

Dia menambahkan adapun indukan yang di selamatkan umumnya dari unit pembibitan rakyat (UPR) dan kelompok kelompok tani ikan. Menurutnya, musim kemarau yang.cukup panjang membuat pembenihan dibatasi, terlebih permintaan juga menurun drastis.

Setiaji Bintang Pamungkas



Berita Terkait



Komentar