#PBB#BNN#Narkoba

Indonesia Tegaskan Komitmen Perangi Narkoba di Forum PBB

( kata)
Indonesia Tegaskan Komitmen Perangi Narkoba di Forum PBB
Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komisaris Jenderal (Pol) Heru Winarko (Dok Istimewa)

Jenewa (Lampost.co) -- Indonesia menegaskan komitmennya untuk secara efektif menanggulangi masalah narkoba di kancah global. Indonesia telah melancarkan beberapa strategi untuk membasmi peredaran barang haram tersebut.

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komisaris Jenderal (Pol) Heru Winarko mengungkapkan hal itu pada Pertemuan Sesi ke-63 Komisi Obat-Obatan Narkotika (Commission on Narcotic Drugs/CND) di Markas PBB Wina, Austria, Senin, 2 Maret 2020.

Ia mengatakan Komisi Obat-Obatan Narkotika PBB saat ini mengadopsi beberapa dokumen penting, khususnya Deklarasi Politik 2009 dan Rencana Tindakannya, Pernyataan Bersama Menteri, Dokumen Hasil UNGASS 2016, dan Deklarasi Menteri 2019.

"Dokumen-dokumen politik ini mewakili komitmen dan dibuat oleh komunitas internasional selama dekade terakhir dalam menangani dan melawan masalah narkoba dunia. Pada kesempatan ini, Indonesia ingin mengucapkan selamat kepada Komisi atas pencapaian luar biasa ini," ujarnya.

Heru menegaskan untuk memenuhi komitmen global secara efektif dalam menanggulangi masalah narkoba, Indonesia mendukung Komisi Obat-Obatan Narkotika untuk melanjutkan peran dan tanggung jawab utamanya terkait masalah pengendalian narkoba. 

"Deklarasi Menteri 2019 telah memberi kita komitmen dan langkah maju yang berarti dalam mengatasi dan melawan masalah narkoba dunia. Implementasi yang efektif dari komitmen ini membutuhkan tindakan bersama dan berkelanjutan di tingkat nasional dan internasional," ujarnya.

Heru pun menyoroti beberapa karya yang telah Indonesia lakukan dengan semangat mencegah dan memberantas perdagangan ilegal dalam narkotika, zat psikotropika, dan prekursor kimianya.

Meurutnya Indonesia terus menerapkan standar pencegahan internasional ke dalam strategi pengurangan permintaan nasional, mulai dari pendidikan, pencegahan hingga program pasca-rehabilitasi atau aftercare, untuk mencapai tujuan masyarakat yang bebas dari penyalahgunaan narkoba.

"Indonesia juga telah menyelesaikan beberapa perjanjian dalam semangat kerja sama internasional dalam menghadapi masalah narkoba dunia," ujarnya.

Ia menambahkan, dalam dua tahun terakhir, Indonesia telah menandatangani perjanjian bilateral tentang pencegahan dan pemberantasan perdagangan gelap narkotika dengan beberapa negara, antara lain Australia, Sri Lanka, Maroko, dan Amerika Serikat. 

Di tingkat nasional, lebih dari 50 pengaturan disimpulkan antara kementerian, lembaga, dan universitas di Indonesia terkait dengan program pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkotika, dan peredaran narkotika dan perintis narkotika melalui pemanfaatan inovasi teknologi, partisipasi perpustakaan, pemanfaatan layanan perbankan, dan program olahraga.

"Dalam kesempatan ini, Indonesia ingin mendorong semua negara untuk meningkatkan kerja sama, khususnya dalam bantuan teknis dan pertukaran informasi, termasuk informasi intelijen tentang sindikat narkoba," ujarnya.

Dalam forum tersebut, delegasi Indonesia dipimpin Kepala BNN didampingi Dubes/Watapri Wina selaku wakil ketua delegasi, dengan anggota perwakilan dari BNN, diantaranya Kepala BNNP DKI Jakarta Brigjen Pol Tagam Sinaga. Hadir pula perwakilan dari Kementerian Luar Negeri, Kementerian Kesehatan, POLRI, BPOM, dan KBRI/PTRI Wina.

Abdul Gafur



Berita Terkait



Komentar