#kebakaran#hutan#asap

Indonesia Protes Malaysia

( kata)
Indonesia Protes Malaysia
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar.MI/Rommy Pujianto


Jakarta (Lampost.co): Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya akan melayangkan protes kepada Malaysia serta Kedubes Malaysia di Jakarta. Musababnya asap di Serawak. Siti meminta Malaysia objektif menyikapi kabut asap.

Siti menilai asap dari kebakakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak melulu dari Indonesia. Malaysia menyembunyikan kenyataan beberapa wilayah mereka juga mengalami karhutla.

"Sebetulnya asap yang masuk Malaysia, ke Kuala Lumpur, itu dari Serawak kemudian dari Semenanjung Malaya, dan juga mungkin sebagian dari Kalimantan Barat. Seharusnya obyektif menjelaskannya," kata Siti di Jakarta, Selasa, 10 September 2019.

Dia juga menyayangkan sikap Singapura yang masih mempermasalahkan asap dari karhutla di Riau. Padahal, titik api atau hotspot di Riau telah berkurang.

"Engga benar, ada dari Riau nyeberang ke Singapura. Itu ngga benar. Kenapa? Di Riau sudah turun (hotspot). Kita punya 46 helikopter yang bekerja di lapangan," terang Siti.

Dia menyebut, saat ini pemerintah Indonesia sedang serius menyelesaikan permasalahan karhutla. Permasalahan karhutla telah dikomunikasikan kepada Presiden Jokowi, Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Wiranto, hingga Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

"Kita sudah punya pola sistematis. Monitoring dilakukan. Pemadaman oleh Manggala Agni, Polri, TNI, masyarakat semua dilakukan. Langkah dilakukan terus. Memang fluktuatif. Tidak mudah, mudah-mudahan makin baik," ungkap Siti.

BMKG memastikan asap yang terdeteksi di Semenjung Malaysia, pada 5-7 September 2019 berasal dari local hotspot. Kepala BMKG, Dwikorita menyebut berdasarkan pengamatan Citra Satelit Himawari, teridentifikasi peningkatan jumlah titik-titik panas di wilayah Semenanjung Malaysia.

Sementara titik panas di Riau mengalami penurunan dari 860 titik pada 6 September, menjadi 544 titik pada keesokan harinya. “Asap di Sumatera (Riau) tidak terdeteksi melintasi Selat Malaka karena terhalang oleh angin kencang dan dominan di Selat Malaka yang bergerak dari arah Tenggara ke Barat Laut,” kata Dwikorita.

medcom.id







Berita Terkait



Komentar