#haji#vaksin

Indonesia Lobi Arab Saudi demi Jemaah yang Disuntik Vaksin Sinovac

( kata)
Indonesia Lobi Arab Saudi demi Jemaah yang Disuntik Vaksin Sinovac
Ibadah haji 2020 diselenggarakan terbatas di tengah pandemi Covid-19. AFP.


Jakarta (Lampost.co) -- Pemerintah tengah melobi pemerintah Arab Saudi terkait penggunaan vaksin sebagai syarat pelaksanaan umrah dan haji. Pemerintah Arab Saudi baru mengizinkan penggunaan vaksin yang memperoleh emergency use listing (EUL) dari badan kesehatan dunia, WHO.
 
Mayoritas masyarakat Indonesia menerima vaksin produksi Sinovac. Vaksin asal Tiongkok itu belum mengantongi EUL.
 
"Apakah hanya (diperbolehkan) vaksin yang sudah EUL terbit di WHO itu kan baru rumor. Mumpung masih rumor kita  agresif ke pemerintah Arab Saudi tolong dibantu, kitakan negara muslim terbesar," ujar Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalm Forum Diskusi bersama Menkes, Minggu, 18 April 2021.

Baca: Arab Saudi Segera Putuskan Nasib Haji 2021

 

Budi menyebut proses lobi berjalan baik. Dia memohon doa agar pemerintah Arab Saudi memperbolehkan jemaah asal Indonesia yang telah disuntik vaksin Sinovac menjalankan ibadah umrah dan haji.
 
"By the way semua lansia calon jemaah sudah kita suntik semua. Karena kita belum tahu (berapa) kuota yang dikasih," tuturnya.
 
Pemerintah Indonesia juga mendorong WHO agar mempercepat penerbitan EUL vaksin Sinovac. Vaksin tersebut masih dalam proses pengkajian.
  
Sebelumnya diberitakan, Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas mengatakan vaksin covid-19 menjadi salah satu syarat yang ditetapkan pemerintah Arab Saudi bagi calon jemaah yang akan melaksanakan ibadah umrah. Pemerintah setempat meminta vaksin yang digunakan jemaah telah mendapatkan sertifikat dari WHO.
 
Vaksin yang direkomendasikan baru Pfizer dan Moderna. Vaksin tersebut telah mengantongi EUL.

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar