#BENCANAALAM#PRAMOEDYAANANTATOER#NUANSA

Indonesia Hari Ini

( kata)
Indonesia Hari Ini
Tepat hari ini, 6 Februari 2021, Pramoedya Ananta Toer, berusia ke-96 tahun. (Foto: Dok/Google Image)


INDONESIA hari ini adalah negeri dengan segala musibah yang menyertainya. Pandemi belum lagi berakhir, tetapi hari belakangan ini menyusul bencana akibat cuaca ekstrem dan telah menyebabkan banjir, longsor, gempa bumi, dan sebagainya.

Izinkan saya mencatatkan semua hal kecil tentang Indonesia hari ini, seraya mengenangkan hari kelahiran sastrawan besar abad ke-20, Pramoedya Ananta Toer, yang ke-96 tahun tepat hari ini (6/2). Bergeraklah Indonesiaku dari Sabang sampai Merauke atau dari Pulau Miangas sampai Pulau Rote. Bergerak atas nama kemanusiaan sebagaimana diguratkan Pramoedya dalam karya-karyanya.

Terkait bencana alam, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat ada ratusan bencana yang terjadi sepanjang Januari 2021. Pada laman bnpb.go,id, Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati mengungkapkan sebagian besar bencana terjadi karena pengaruh kondisi hidrometeorologi.

Sepanjang 2021, dampak bencana alam sudah menelan ratusan korban meninggal dunia. Korban terbanyak terjadi saat gempa bumi di Sulawesi Barat dan longsor di Sumedang, Jawa Barat. Ini belum ditambah korban musibah pesawat jatuh Sriwijaya Air SJ-182 dan bencana nonalam, seperti pandemi covid-19. Sungguh memprihatinkan bukan?

Namun, masyarakat Indonesia adalah orang-orang yang sudah terbiasa menghadapi segala marabahaya di hadapan. Orang masih suka berceletuk, "Untung belum ada tsunami, bersyukur tidak ada gempa berkekuatan 8—9 skala Richter, dan tiap ucapan yang bernada ada harapan karena keselamatan jiwanya masih aman."

Terlepas dari itu, saya mendadak teringat dengan buku Max Lane, Indonesianis asal Australia. Anak rohani yang ditulis Max Lane itu berjudul Indonesia Tidak Hadir di Bumi Manusia: Pramoedya, Sejarah dan Politik (2017). Terbentanglah Pramoedya yang menuliskan roman dengan kisah kemanusiaan yang kuat dan melawan!

Indonesia dari semua kisah yang Pramoedya guratkan selamanya adalah milik rakyat, orang kecil yang berjuang, bukan milik kaum elite. Oleh sebab itu, orang-orang yang hidup di dalamnya adalah orang-orang dengan segala persoalan di lingkungan sendiri dan dalam lingkup pergaulan internasional. Ini terlihat dari bagaimana seri anak rohani (buku) tetralogi Buru berturut-turut, yaitu Bumi Manusia, Anak Semua Bangsa, Jejak Langkah, dan Rumah Kaca.

Seperti apa dan bagaimana kondisi Indonesia hari ini? Ah, entah kenapa judul buku Max Lane itu yang terbayang di kepala. Indonesia Tidak Hadir di Bumi Manusia. Selamat ulang tahun ke-96 tahun, wahai pujangga kebanggaan negeri.

 

Wandi Barboy







Berita Terkait



Komentar